If you end up with a boring, miserable life because you listened to your mom, your dad, your teacher, your imam, or some guy on television telling you how to do your shit, you deserve it.
Thursday, April 28, 2011
HUMANCENTiPad
This first episode for Season 15 poked fun at Apple and The Human Centipede film (in case you haven't seen The Human Centipede, it's about a mad scientist who kidnapped three tourists and sew their mouths to each others' butthole, literally). In this case, the mad scientist is Steve Jobs who is trying to make a new prototype for the next Apple's revolutionary new product: HUMANCENTiPad.
I don't wanna give too much spoilers, if you have a high speed internet connection you can watch it yourself from the South Park official website: http://www.southparkstudios.com, or else you can download it from any torrent website (Filesharing sites like MediaFire won't do).
I'm amazed how Trey Parker and Matt Stone could still create powerful episodes after more than 14 years making the series. Unfortunately, this could be the last season of South Park. I'm still eagerly waiting for whatever sick satires they still have on their sleeves.
And finally, enjoy your stupid iPad, Apple fanboys.
Saturday, December 25, 2010
Merry Fucking Christmas
In the silly Middle East
No trees, no snow, no Santa Claus
They have different religious beliefs
They believe in Muhammad
And not in our holiday
And so every December
I go to the Middle East and say...
Hey there Mr. Muslim
Merry fucking Christmas
Put down that book the Koran
And hear some holiday wishes.
In case you haven't noticed
It's Jesus's birthday.
So get off your heathen Muslim ass
and fucking celebrate.
There is no holiday season in India I've heard
They don't hang up their stockings
And that is just absurd!
They've never read a Christmas story.
They don't know what Rudolph is about
And that is why in December
I'll go to India and shout...
Hey there Mr. Hinduist
Merry fucking Christmas
Drink eggnog and eat some beef
And pass it to the missus.
In case you haven't noticed
It's Jesus's birthday
So get off your heathen Hindu ass
and fucking celebrate!
Now I heard that in Japan
Everyone just lives in sin
They pray to several gods
And put needles in their skin.
On December 25th
All they do is eat a cake
And that is why I go to Japan
And walk around and say...
Hey there Mr. Shintoist
Merry fucking Christmas
God is going to kick your ass
You infidelic pagan scum.
In case you haven't noticed
There's festive things to do
So lets all rejoice for Jesus
And Merry fucking Christmas to you.
On Christmas day I travel `round the world and say,
Taoists, Krishnas, Buddhists, and all you atheists too,
Merry Fucking Christmas, To You!
Saturday, December 11, 2010
Teroris
Di belahan bumi bagian utara, bulan Desember identik dengan musim dingin. Sedangkan di Indonesia, bulan ini terkenal dengan hujannya, yang ujung-ujungnya sama aja ngebikin dingin, dan akhirnya membuat mellow. Gak heran kalau banyak penyanyi yang membuat lagu mellow tentang bulan Desember, mulai dari Linkin Park, Efek Rumah Kaca, sampai Yuni Shara.
![]() |
| tapi sekarang Yuni Shara udah gak mellow lagi |
Wednesday, November 24, 2010
Korea VS Korea
Mungkin karena itu. Atau mungkin cuma karena keisengan orang ini:
![]() |
| "kenapa? ada yang salah?" |
Tuesday, November 23, 2010
Ariel Peterpan vs Stupid People
![]() |
| Kapan ya gua bisa rilis album baru |
Saturday, June 9, 2007
Minutes to Midnight
There are 6 billions people in the world, 365 days a year,
More than 16 millions people gonna have their birthday tomorrow.
Some of them celebrate their 1st bday. Some their 2nd. Some their 3rd. So on.
And more than 200,000 people celebrate their 18th.
Let's called them the eightteeners.
They (the eightteeners) will live and inherit the earth for about the next 70 years.
By then, today will be called the past.
It's not that they'll care about the past.
It's not that they'll think back about today.
It's the past that will care about them later.
It's today that will decide what they'll become.
And it's today that will decide what they'll become when they're becoming what they are at the age of 70.
Well of course, by then, they will be old grandmas and grandpas with wringkled skins no matter if today they're some pretty princes or princesses (but that's not what im talkin about, mind you)
It's the way they see life as they live from 19 to 70.
It's about which road they're taking.
It's all decided from today.
So for all the eightteeners,
have a good start!
have a happy birthday!
Thursday, February 1, 2007
Nonton Konser Muse
Note: Sebenarnya gw pengen ngasi judul "Near Death Experience" (karena suatu alasan yang nanti gw jelasin di bawah), tapi karena inti dari postingan ini adalah menceritakan pengalaman gw nonton konsernya Muse pada tanggal 31 Januari 2007, ya udah gw kasih judul Nonton Konser Muse aja. Selain bercerita tentang konsernya Muse, gw juga bakal ngasi beberapa tips buat kamu-kamu yang mau datang ke konser Muse di Istora Senayan Jakarta tanggal 23 Februari nanti. Semoga tips-tips sederhana ini dapat memberikan keselamatan bagi yang mengamalkannya. Amin.
note: Sebagian tulisan di bawah ditulis pada tanggal 1 Februari dan sebagian lainnya ditulis hari ini (7 Februari). Sempat tertunda karena kerja dapetnya shift pagi terus, jadi ga bisa begadang (bagi gw nulis blog lebih enak malem2, ga banyak gangguan setan, literally)
Anyway, akhirnya keinginan gw buat berada di dalam satu ruangan bersama Matt Bellamy, Chris Whateverhislongname, dan Dominic Howard terpenuhi. Sebuah pengalaman yang menggetarkan hati, memompa keringat, membakar sukma, dan menciptakan angkara (halah). Biar lebih enak, gw ceritain dari awal aja deh.
Melbourne, kemarin, tanggal 31 Januari 2006, seperti biasanya gw bangun tidur jam 2 siang. Setelah makan, mandi, ngga lupa sikat gigi, gw pake baju lagi. Setelah itu pake parfum.. (ngga penting banget sih), intinya, gw berangkat dari rumah jam 4 sore. Di kantong kanan celana PDL gw ada passport, sebagai indentitas diri. Kalo ngga bawa passport takut disangka teroris, soalnya baju gw item-item (teroris normal biasanya pada pake baju putih ya? kalo gitu gw mirip teroris sayap kiri deh). Dan juga kalo ga ada identitas gw takut ga boleh masuk, karena gw beli tiketnya yang General Admission, atau bahasa Indonesianya mah: Festipal, alias berdiri, yang boleh masuk ke area itu cuma orang2 yang berumur 18 tahun ke atas.
Jam lima lewat dikit gw sampai di Flinder Street. Janjian ketemu ma temen gw yang juga mau nonton Muse. Jam lima lewat tiga puluh kita udah sampai di depan Festival Hall, tempat Muse akan manggung. Festival Hall ini bangunan yang cukup tua, pernah dipakai konser The Beatles kalo ga salah. Denah bangunannya kalau diliat dari atas kaya pulau jawa.
Kaya pulau jawa kan? (Pakai imaginasi ngeliatnya)
Menurut jadwal, konsernya dimulai jam 8 malam. Gw sengaja datang 3 jam sebelumnya karena takut ngantrinya panjang. Sebulan yang lalu, waktu Muse konser di Singapura, gw baca di koran online katanya fans yang mau nonton konser Muse udah mulai ngantri dari jam 6 pagi. Padahal konsernya dimulai jam 8 malam. Tapi ternyata konser kemarin ini rada aneh, karna saat gw datang, jam 5.30 sore, di luar Festival Hall cuma ada sekitar 20 orang. Waah jangan2 muse ngga laku nih konsernya, pikir gw. Karna konser ini memang konser malam kedua, jadi yang datang cuma orang-orang "sisa" aja. Maksudnya, tadinya Muse cuma ngadain konser satu malam, tanggal 30 Januari aja. Tapi karena tiketnya habis dalam waktu kurang dari satu jam, akhirnya mereka ngadain konser malam kedua gitu, supaya yang ngga kebagian tiket malam pertama masih bisa nonton di malam kedua. Tapi gw yakin gw salah. Semua buku bahasa Indonesia buat sekolahan juga pasti bilang bahwa kalimat Konser Muse ngga laku adalah salah. Frase "konser muse" dan "ngga laku" ngga bisa ditulis di dalam satu kalimat.
TIPS 1: Datanglah sekitar 6 - 10 jam sebelum konser dimulai! Menurut gw konser di Indonesia nanti bakal mirip dengan konser mereka di Singapura, penontonnya pada datang lama sebelum konser di mulai (maklum, konser pertama Muse di Indonesia). Jadi kalo mau dapet tempat yang enak pas nonton, harus datang duluan. Jangan lupa bawa minum air putih, minuman berenergi, nasi pake lauk daging (jangan kebanyakan lemaknya, nanti pusing), sayuran, dan buah-buahan. Kalo bisa bawa juga Viagra atau lebih bagus lagi Cialis, supaya kalo sedang dempet2an, orang yang berdiri di depan anda saat konser nanti mau menyingkir. Satu lagi, bawa KARTU! Mau kartu remi boleh, kartu gapleh juga ga masalah. Tapi kalau ngga ngerti cara main remi, cangkulan, 4-1-an, poker, atau bahkan gapleh, ya udah satu-satunya saran gw bawa aja kartu isi ulang pulsa HP yang banyak, biar bisa nelpon2an dengan temen sekalian nunggu pintu masuk Istora Senayan dibuka. Kalo ngga bawa kartu, bisa mati bete.
Satu jam kemudian, pikiran gw jadi ngga karuan. Masalahnya, gw kan pengen pipis, terus gw tanya ke salah satu penjaga pintu masuk:
"Mas, di deket sini ada WC ngga?" (pake bahasa inggris tentunya),
dia bilang:
"Oh, ada dek, tapi WCnya di dalem gedung ini. Adek gak bisa masuk sampai pintunya dibuka".
Dibukanya kapan?"
"Nanti kalau saatnya tiba, dek"
"Saatnya tiba jam berapa mas?"
"Mungkin jam 7-an, tapi saya ngga bisa janji dek"
Haduuh anjrit! Kenapa di saat-saat genting seperti ini gw malah pengen pipis! Gw berencana berlari ke Stasion Flinder karna di sana ada WCnya, tapi hasrat itu gw tahan, takut nanti konsernya udah mulai duluan sebelum gw balik.
Akhirnya, setelah penantian yang membetekan (soalnya gw ga bawa kartu, lagian di sini kynya ga ada yang bisa main cangkulan), jam 7 lewat dikit, pintu-pintu masuk pun dibuka berbarengan. Orang-orang pada ngantri di depan pintu masuk yang berbeda-beda, tergantung nomor pintu yang tertulis di tiket masing-masing. Gw masuk lewat pintu nomer 5 (totalnya ada 17 pintu)
Pas lagi ngantri, samar-samar gw ngedenger sepasang cowo-cewe yang sedang ngobrol pake bahasa Indonesia di belakang gw. Walaupun gw ngga yakin mereka itu orang Indo, gw tanya aja:
"Dari Indonesia?"
Note: Setelah dipikir-pikir, gw baru nyadar kalo pertanyaan ini adalah pertanyaan bodoh yang ngga mungkin bisa dijawab dengan "bukan". Pertanyaan ini cuma bisa dijawab dengan "Iya" atau "I don't know what the fuck you are talking about!"
edit (7 Februari) : Ga jadi ketang. Kalo dipikir-pikir lagi, orang bule juga ada yang bisa bahasa Indonesia, trus orang Malaysia juga kan bahasanya mirip.
Ternyata mereka memang dari Indonesia. Woyy.. yang ngerasa bernama mereka.. Abis konser kemaren ngilang kemana? Klo somehow loe berdua baca ini, add YM gw yah, idnya uzi_hiers ! :D
TIPS 2: Kalau ketemu orang yang bisa berbahasa Indonesia, ngga perlu bertanya "dari Indonesia?" karena saat konser di Indonesia nanti kemungkinan yang nonton emang orang Indonesia semua.
TIPS 3: Kalo bisa bawa kantong pipis. Buat aja pake botol aqua, iketin di paha atau betis. Trus sambungin ke *itu* pake selang.
(ps. gw cuma bercanda, tapi klo mau buat beneran, silahkan)
Di pintu masuk semua penonton digeledah. Peraturan di Festival Hall melarang penonton untuk membawa kamera, kamera video, alat perekam suara, alkohol, kaleng, botol, pisau, senapan mesin, granat, RPG, koper, detonator, dan alat-alat lain yang bisa mengganggu kelancaran konser. Temen gw kebetulan bawa mp3 player merek Creative berkapasitas 30 GB yang bisa dipake buat ngerekam suara. Karena takut ga boleh masuk, dia sembunyiin di dalem celana dalem. Kebayang ga sih 30 GB tuh segede apa?
Setelah proses yang deg-degan, akhirnya kita berhasil masuk. Di dalem ternyata ngga padet2 amat (atau lebih tepatnya, belum). Penonton yang dapet tiket untuk berdiri pun pada duduk-duduk dulu di lantai (yang seharusnya dipake buat berdiri). Di panggung, ada alat-alat musik (jelas lah). Selain itu, juga ada sesuatu yang ditutup oleh kain hitam (menurut dugaan gw, itu drumnya Dominic). Di belakang panggung ada 6 tabung spiral yang gw ga tau gunanya untuk apa, dan didepan tabung2 spiral itu ada semacam jaring besi yang ternyata berfungsi sebagai layar. Sementara itu kursi2 yang terletak di samping dan belakang aula masih kosong. Di kanan dan kiri aula ada balon-balon supergede yang memang udah jadi trademarknya konser muse.
Foto diambil dari flickr.com, dipotret oleh 'awgreen'
Btw, waktu itu gw ga bawa kamera digital buat foto-foto *manyun*. Kamera digital yang ada di rumah gw ukurannya segede sepertiga batu bata. Ga mungkin gw umpetin di celana dalam gw yang pada dasarnya emang udah menyimpan sesuatu yang juga gede. Jadi gw sendiri ga punya foto2 yang layak dijadiin kenang2an. Bisa sih pake kamera di HP, tapi dengan kurangnya cahaya di dalem ruangan, gambarnya pasti blur abissss. Hiks. Untung aja bisa dapet beberapa foto di internet yang mungkin diambil oleh orang2 yang punya kamera digital super kecil yang bisa disumputin di kelek atau pantat. Konser di Festival Hall ini salah satu konser yang susah banget dicari fotonya. Di flickr.com aja cuma ada dikit. Bahkan di microcuts.com (official fansite-nya muse) ga ada foto untuk konser malam kedua sama sekali. Untung di sana ada beberapa foto dari malam pertama, yang (kalo diliat dari fotonya) 99% keadaanya sama persis dengan malam kedua. Bedanya cuma satu: malam pertama Matt pake kaos warna putih, malam kedua dia pake baju warna item.
Setelah gw keWC, sambil nunggu acaranya di mulai, gw pergi ke tempat penjualan marchandise yang terletak di belakang ruangan dan beli baju yang harganya $40 dolar. Kemahalan sih untuk sebuah t-shirt, tapi karna baju bertuliskan MUSE ini ngga dijual di manapun selain di situ, ya udah gpp deh gw beli. Daripada mesen dari UK lewat ebay, murah tapi ongkos kirimnya mahal.
TIPS 4: Kalo ada rencana beli baju Muse, celengin duit yang banyak dari sekarang. Tapi nanti pas konser jangan bawa uang receh; ribet, berat, susah ngitungnya, dan bisa ngebuat celana melorot. Tukerin aja ke bandar Ding-Dong, mereka biasanya butuh uang receh. Kalo di sini harganya $40, di sana mungkin sekitar 100-200 ribuan. Mahal? Emang. Kalo mau yang murah mungkin bisa nyoba buat di distro bareng temen-temen, sekalian gw nitip ya? email gw plizz!!
Setelah itu kita berempat (gw, temen gw, dan dua orang temen dari Indo yang baru kenal) duduk2 lagi di depan panggung (well, hampir paling depan). Dan gw sempat ambil poto pake kamera hp yang berkualitas jongkok:

Waktu pun berlalu dengan lambatnya. Setelah beberapa lama ngobrol2 (sampai ngantuk dan hampir ketiduran) gw iseng liat ke belakang.. eh ternyata.. aulanya udah penuhhh bgt. Kursi-kursi untuk para penonton yang dapet tiket duduk (seated ticket) juga udah penuh semua.
Tiba-tiba (baca: TANPA ABA-ABA), semua orang yang tadinya duduk di lantai berdiri dan berlari memperebutkan tempat terdepan (kecuali yang emang dapetnya tiket duduk). Njrit, gw kalah cepet. Gw kira2 ada di baris ke4.
Lantainya Festival Hall ngga adil. Dari batas depan sampai kira-kira satu meter ke belakang tuh ada pijakan kaki setinggi 12,75 centimeter (hasil perkiraan). Jadi orang-orang yang berada di baris terdepan, baris kedua, dan baris ketiga bisa berdiri di atas pijakan itu. Mereka jadi lebih tinggi, menghalangi penonton2 yang dibelakangnya. Gw ada di baris keempat. Mampus dah. Udah gitu, orang yang tepat berada di depan gw tuh tingginya kayak monas. Udah tinggi, berdiri di atas pijakan pula. MENJULANGLAH DIA KE ANGKASA. Sedangkan gw yang sejak lahir emang udah jadi orang Indonesia yang memiliki tinggi tubuh sederhana hanya bisa berdiri di belakangnya (atau bawahnya?) dan cuma bisa meratapi nasib. Nasib...nasib...
TIPS 5: Berusaha cari tempat sedepan mungkin. Kalo bisa di barisan ke-1, 2, atau 3.
Setelah nunggu beberapa saat, lampu pun dimatikan. Seluruh ruangan jadi gelap gulita. Dan... tebak siapa yang datang?
Pembaca: Muse!!!
Gw: Salah.
Sebuah band pembuka bernama (kalo ngga salah) The Ground Component datang ke panggung. Mereka sebenarnya mainnya lumayan bagus sih, tapi sayangnya gw ngga hapal lagu mereka dan ngga tau siapa mereka. Dan yang paling penting, kita semua datang untuk nonton MUSE. Jadi mereka kurang dapet tanggapan dari penonton gitu. Setiap mereka selesai memainkan lagu paling2 cuma ada tepuk tangan sedikit (prok-prok-prok, udah). Mereka main selama hampir 50 menit. Banyak juga komentar2 pedas yang dilontarkan oleh penonton pada mereka seperti:
"Are you Muse?" (nyindir maksudnya)
"We don't know you"
Sampai mereka menyelesaikan lagu terakhir dan mengucapkan kalimat penutup pun ada yang bilang:
"Whatever mate I have no idea who you are"
Duh.. kasian yah jadi band pembuka. Gw sebenernya suka beberapa lagu mereka, ntar download ah, kapan-kapan.
edit (7 Februari 2007) : Ternyata susah nyari lagu mereka. Di website2 torrent aja ga ada-_-
Anyway, setelah mereka turun panggung, suasana panas lagi. Tapi lama-lama suasana panas itupun mendingin lagi karena yang muncul di panggung bukannya Muse melainkan para teknisi yang ngebawa alat-alat musik yang tadi dipake oleh The Ground Component ke belakang panggung. Abis itu para teknisi itu ngelepas kain hitam yang sejak tadi bikin gw penasaran. Seperti dugaan gw, di dalamnya ada sebuah drum yang gede banget. Warnanya juga bagus: transparan. Selain itu juga ada piano berwarna putih, synthesizer, dan panel2 warna-warni mirip coklat M&M.
Para teknisi itu mulai nge-soundcheck alat-alat musik yang nanti akan dipake Muse. Dari mulai piano, bass, sampai gitar berwarna hitam yang ada 'touchscreen'nya (kaoss pad). Nyetingnya ngga kira-kira, setengah jam! Untung dari speaker gede di ruangan itu sayup2 terdengar lagu2 yang dimainkan secara random dari CD (atau mp3, gw ga tau), jadi bisa mengurangi sedikit kebetean. Gw ga apal sih lagu siapa aja, yang gw tau ada Rage Against The Machine - Killing in the Name dan Arcade Fire - Lies.
Kira-kira jam 9.20, lampu dimatiin lagi. Dan saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Pertama, Morgan ("anggota" Muse ke-4 yang sejak dirilisnya BHAR selalu ikut di konser Muse, mainin synth untuk lagu2 yang butuh tambahan personil seperti Map of the Problematique) datang ke panggung dan langsung ambil posisi di depan panel2 aneh tadi. Lalu Dom, Chris, dan Matt..
(kejadian ini gw liat dari celah2 leher orang2 di depan gw, sambil jinjit)
Tanpa say hello dan basa-basi, synth berbunyi orkestra dari Take A Bow langsung kedengeran dari sound system yang dahsyat. Aula pun jadi kerasa makin padet (penonton di belakang dorong2 ke depan). Pas musiknya ganti jadi tekno pun semuanya teriak "wooooo!!!!!!!!!" dan setelah Matt nyanyi "whaaatttt weee'veeee becoooome... is contrary to what we waaaaaaant" penonton ikut nyanyi: "TAAAAAAKE A BOOOWWWWW" Woahhhh!! Merinding gw ngedengernya. Saat itu indra pendengaran gw lebih sensitip, karena emang indra penglihatan gw terganggu (pandangan gw ke panggung sering kehalangan>.<) Bule berbadan besar bajingaaaaan!!!!
Lagu pun terus berlanjut sampai "Burrrnnn...You will buuurn... You will buuuurn in helllll yeaa you'll burrrrn in heeellll you burn in hell you burn in hell for all your siiiiiiiiiiiiiiiiinssssss...... waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" (sementara lampunya kelap-kelip terang gelap terang gelap)
TIPS 6: Klo kamu punya penyakit epilepsi/ayan, jangan dateng ke konser Muse. Lampu panggungnya sering kelap-kelip. Pencahayaannya terlalu 'wah'. Orang yang punya epilepsi ga boleh liat cahaya kelap-kelip kan? Gw sih bukan kasian ke orang yg kena epilepsinya, tapi klo orang itu bener2 kejang2 pas konser, kasian penonton yang laen keganggu.
Penonton: whoaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!! woooooooooooo!!!!!!!! waaaauuuuuuuu!!!!!! *tepuk tangan*
Gw sih cuma bisa ngeluarin suara2 "whoaaaaa", "wuuuuuuuu", dll tanpa melakukan tepuk tangan, karena untuk tepuk tangan dibutuhkan kedua tangan sedangkan tangan gw satunya bawa kaos Muse yang tadi gw beli. Lagian suasana padet banget, susah buat mindahin tangan dari bawah ke atas (beneran, sampe segitunya).
Lagu kedua, Hysteria. Dorong2an jadi makin keras, apalagi saat Matt melakukan gitar solo sambil melakukan jalan ke samping tapi kakinya ga diangkat dari lantai, jadi kaya bergerak pake roda gitu. Sampai saat ini, gw mulai kesusahan untuk bernafas.
Hysteria (dari flickr.com, diambil oleh 'no-necked')
Ketiga, Supermassive Black Holes. Penonton loncat2 sebentar (pas intro). Sepanjang lagu ini gw ngelakuin robotdance kecil2an (maklum hemat tempat). Robotdance? Bukan, bukan dance yang kaya orang kaku gitu, bukan. Tapi dance ala pasukan robot supermassive black holes! Selama lagu ini dimainkan, di layar gede ada animasi puluhan robot yang menari2 dengan gerakan yang lemah gemulai. Gw nemu rekamannya di youtube (walau kualitasnya kurang bagus tapi lumayan) http://www.youtube.com/watch?v=YL7YRHMuClM Oooooooohhh the memoriieess!!
TIPS 7: Saat supermassive black holes dimainkan, ga usah ngliatin Matt nyanyi. Lebih enak nonton gambar pasukan robot menari2 di layar gede, dan ikutlah menari. They're so cute, hehe.
Next, Butterflies and Hurricanes. Wuuuhuuu! Salah satu lagu live favorit gw niy. Beda dengan yang di album, di versi live ini sebelum piano solo ada gitar solo nya. Secara keseluruhan lagu ini keren banget lah.. Tapi bagi gw highlight lagu ini pada malam itu bukan pas Matt mainin piano klasik ala Rachaminov, melainkan pas di chorus terakhir. Semua penonton ikut nyanyi.. "BEEEESSSTTTT!!! YOU'VE GOT TO BE THE BEEEST!!! YOU'VE GOT TO CHANGE THE WORLD!!!", gw sampe mengeluarkan air mata, bukan karna sedih, tapi karna:
1. Kedorong2 dari belakang keras banget. Badan gw yang udah tipis jadi makin tipis.
2. Gw nyanyinya keras bgt karna sambil ngeluarin seluruh unek2. Tenggorokan gw sampe sakit.
TIPS 8: Ikut nyanyi! Singalong! Kapan lagi bisa nyanyi bareng ribuan fans Muse!?
Kelima, Map of the Problematique. Versi live ini ngga seasik versi album ah. Mungkin karena suaranya kurang "full" kali yah. Di lagu ini gw lebih memfokuskan pendengaran gw ke suara ritme drum-nya Dom ("Dug! tak! dugudugudug tak!"). Sedikit kecewa. Padahal gw dulu ngebayangin lagu ini klo didengerin live bisa kaya ajeb2 di club (bersamaan dengan ribuan orang). But it didn't happen. Kesenangan malah datang ketika lagu ini selesai, mereka mainin riffnya lagu Maggie Farm (Rage Against the Machine), dan gw pun melakukan hal yang pasti dilakukan oleh siapapun yang mendengar riff ini: headbanging, atau banting2in kepala (ke udara, bukan ke lantai). Agak ditahan sih, maklum hemat tempat.
Map of the Problematique (diambil dari flickr.com, dipotret oleh 'no-necked')
Setelah penonton tepuk tangan dan meneriakan woooooooooooh yang panjang, Matt nuker gitarnya ke gitar akustik. Lalu..
Stay away from me..
Build a fortress and shield your beliefs..
Touch the divine as we fall in line..
Can I believe..
When I don't trust..
All your theories turn to dust..
I choose to hide..
From the All Seeing Eye
Apalagi kalo bukan City of Delusion! Di lagu ini penonton agak kalem dan ga dorong2. Tapi kita ikut tepuk tangan di verse kedua (setelah bass solo-nya si chris). Suara terompet yang ada di album dimainkan oleh Matt pake gitar akustik. Manteb lah. Cuma satu kurangnya: Matt teriak "I will avengeeeee!!!"-nya pake suara falsetto, padahal kalo ngikutin suara yang di album pasti bisa buat bulu kuduk merinding.
Setelah itu, Matt ngambil gitar yang senarnya ada tujuh. DEG! Gitar bersenar tujuh? Jangan-jangan... jangan-jangan...
"Alright, this one's an old one", katanya.
Fuck yes!
CITIZEN ERASED!!!
Woaaaaa!! Surprise!! Lagu langka dimainin juga. Penonton bergejolak lagi. Citizen Erased ini emang lagu yang paling dinanti oleh para fansnya Muse, termasuk gw! Walau sakit didorong2 dari belakang masih sempet headbanging. Riffnya kedengeran keras banget. Btw saat itu gw udah ga tau temen2 gw ada di mana. Kita udah mencar2 pokoknya. Dorongan dari belakang makin kuat, gw sih berharap dorongan itu bisa ngebantu gw nyelusup ke bagian depan, tapi ternyata ga bisa. Pertahanan mereka (penonton2 di depan gw) terlalu rapat, celah yang ada terlalu kecil. Orang kecil seperti gw pun tetep ga bisa menyelusup. Ah ga peduli!! Setelah 3 taun penasaran, akhirnya gw bisa denger gitar solo di lagu ini secara langsung. Those squeaking sound, god.
Sayangnya gw ga bisa menghayati saat2 dramatis di lagu ini (pas matt ganti posisi dari gitar ke piano). Penonton sih rame2 ikut menepukkan tangan, tapi gw ga bisa. Feeling gw juga ga sesedih kaya waktu ngeliat lagu ini di DVD Hullabaloo. Mirip pas gw dengerin piano di Butterflies and Hurricane di konser ini, gw ga (bisa) terlalu menghayati ngedengerin suara piano manis di outro Citizen Erased. Hell, I was in the middle of the crowd of a rock concert...
"This is our first song from our first album"
Owwww.. Another surprise!! Sunburn! Penonton menggila lagi. Dan gw enjoy banget nyanyi bareng penonton: "She buuuuurnnnnnsssss like the suuunnn", plong banget.
Abis Sunburn, konser sempat berhenti sesaat karena ada masalah dengan penutup kupingnya Chris (gw ga tau itu penutup kuping atau speaker kecil, pokoknya itu benda yang di sumpelin di lubang telinga). Lalu Matt kembali duduk di piano dan berkata:
"This is the first time we've played this one this year"
Hah? Lagu apalagi yang first time?
Pertanyaan gw itu segera terjawab saat genderang apocalypse berbunyi dan pencahayaan di panggung berubah jadi merah pekat. Apocalypse Please..! Anjriiiiitttt triple surprise!!
Setelah lagu2 "piano" itu, Matt berdiri lagi dan mengambil gitar itemnya (gitar yang ada touchscreennya), dan suara2 efek aneh mulai diperdengarkan.
Sampai sekitar tiga puluh detik suara aneh itu mulai 'masuk' ke intronya Invincible. Di lagu ini gw sama sekali ga berusaha jinjit untuk ngeliat Matt. Gw sibuk nonton video di layar gede, yang menggambarkan macem2; dari mulai matahari terbenam, pesta kembang api, barongsai, hanoman, dll. (liat di http://www.youtube.com/watch?v=kPrrTJTT6g8). Video yang tadinya berisi hal2 'damai' itu lama2 berganti ke video gunung meletus, trus video ribuan orang yang sedang berdemonstrasi. Saat puncaknya (ketika Matt mainin gitar solo yang keren itu), videonya jadi gambar kerusuhan. Gw yakin itu gambar kerusuhan di Jakarta (ga tau tragedi Semanggi atau Trisakti atau apalah), soalnya polisinya pake baju coklat2 dan jalanannya juga mirip banget dengan jalanan kota jakarta! Gw terharu.. hehe.. padahal tadi pas outro Citizen Erased gw biasa aja. Dengerin liriknya Invincible sambil nonton video di layar gede gitu ternyata bikin gw merinding. Lagu (+video) paling dramatis di konser ini. Lucu juga, padahal dulu gw ga gitu suka ama lagu ini karena liriknya terlalu garing, tapi klo diperkuat dengan video yang pas lagu ini bisa jadi kuat banget.
Udah, sedih2nya cuma sampai di situ. Karena dimulai dari lagu berikutnya, Time is Running Out, rasa takut mulai muncul dalam diri gw.. (seriusan anjrit!)
Di lagu ini, seperti yg gw duga sebelumnya, semua penonton bareng2 nyanyiin bagian bridge-nya:
Bury iiiitt........
I won't let you burrryyy itt...
I won't let you smooother ittt......
I won't let you murder ittttttttt.............
OUR TIME IS RUUUUNING OUTTT!!! sambil loncat2 gila2an. ANJRIIIITTTTT!! Kaget gw. Gw ikutan loncat setinggi2nya. Abis verse kedua, pikiran gw udah parno banget. "Bury it" (oh no I have to jump!! Or else I'll get buried!$%^!) "smother it" (Dammitt! If I've got buried, I will be smothered by thousands of fans!) "murder it" (I don't wanna dieeeeeeeeee!!!! I have to survive!!) OUR TIME IS RUUUNING OUT!!! Gw pun berusaha ngikutin loncatan penonton supaya ga keinjek2. WOOOOHOOOOOOOOO!!! Saat loncat2an, rasa takut pun kayanya hilang. Yang ada cuma satu: euphoria. It's the best feeling i've ever had since long time!! WOOOAAAAAHHH!!!!!! YOU CAN'T PUSH IT UUUUNDERGROUUUUUNDDD!!! WE CAN'T STOOOOP IT SCREAAAAAAMING OUUUUT!!!
Setelah Time is Running Out selesai, tanpa ada jeda, gitarnya matt langsung melengking2. Semua orang pinter tau klo gitarnya Matt Bellamy udah melengking2 berarti dia bakalan main Plug in Baby. Kegilaan terus berlanjut. "MY PLUGGGINNNN BAAAABBBYYYYYYYYY", kita semua nyanyi barengan. Woaaaaah sooo freeeee!!!!!! Di akhir lagu, balon2 besar pun berjatuhan dari langit2.

Balon on Plug in Baby (diambil dari flickr.com, dipotret oleh 'no-necked')
Penonton pun berusaha memecahkan balon2 rakasasa itu. Beberapa kali balon2 gede itu mampir di atas gw, tapi sebelum gw bisa mencapainya, orang2 bule brengsek berbadan gede udah menampiknya duluan. Shit... gw ga kebagian balon!!
Dalam waktu kurang dari dua menit, semua balon itu meledak. Muse pun pergi meninggalkan panggung.
Penonton menghentak2an kakinya di lantai, mengharapkan sebuah encore.
note: Encore maksudnya meminta mereka supaya kembali kepanggung. Ini sama sekali ga ada hubungannya dengan judul album seorang penyanyi crappy asal Detroit.
Setelah hampir 3 menit, Matt dkk balik lagi ke atas panggung. Penonton bersorak gembira.
Matt membawa gitar akustik dan mulai memainkan Soldiers's Poem. Seperti yang gw bilang tadi, lagu2 slow yang 'sedih' ga terlalu pas buat konser rock gini (setidaknya bagi gw, yang sedang sekarat). Dari seluruh lirik Soldier's Poem, yang gw denger cuma: "It's a shame.. we're all dying..". Gw butuh udara segaaaarr!!
Oya, karna penonton tenang banget waktu lagu ini, gw berhasil ngambil foto (satu2nya foto yg gw ambil saat muse main di panggung). Sudut pandang dari foto di bawah ini sama sekali ga menunjukan bahwa gw tinggi, tapi tangan gw emang diangkat setinggi2nya untuk ngambil foto ini.
Soldier's Poem (Photo was taken by me :p)
Abis lagu slow itu, mereka mainin lagu paling mainstream yang pernah mereka buat: Starlight. Ah, emang asik sih lagu ini. Hampir semua penonton tepuk tangan ngikutin irama drumnya Dom. Gw juga ikutan! Kaos yg gw pegang gw jepit pake paha (mumpung penonton lagi 'tenang'), dan dengan usaha keras gw berhasil mengangkat kedua tangan. *prok* *prokprok* *prok* *prokprokprok*
Tapi di bagian bridge ("but i will never let you go") penonton loncat2 lagi. Haaaah gw udah ga ada tenaga gara2 kurang oksigen. Pengen udahaaan.. tapi pengen teruuuuuus!!!!!!!!
Our hopes and expectations!!
Black holes and revelations!!
*sambil loncat2, sambil kecapean*
Starlight selesai, dilanjutkan dengan Stockholm Syndrome. Penonton jadi setengah kesetanan. Mereka bukan cuma loncat2an, tapi loncat2an sambil dorong2an. Gw yang berbadan kecil jadi kaya bola pingpong ditengah2 ribuan bat/raket. Mental sana mental sini, aaarrrggghhh kenapa dulu gw ga beli tiket duduk aja? Sampe akhirnya gw mikir, "fuck it, it's gonna end soon anyway, let's rock!" dan gw pun meng-enjoy-kan diri walau harus dipental2in orang. Stockholm Syndrome, lagu gila. Abis lagunya selesai mereka meneruskan dengan riff metal ala Muse. Dan gw melakukan headbang paling keras selama hidup gw. I wish my life was so pure like this (minus the fatigue). Setelah main gila2an itu, penonton bersorak, Muse keluar dari panggung.
Penonton pun mulai tepuk tangan sambil mengentak2an kakinya ke lantai gedung tua ini lagi. Gw sempet takut gedung ini bakal runtuh. "Muuuuseeeeeee!!!!!!" penonton berteriak.
Muse balik lagi ke panggung...
Kedengeran suara laser dan kuda....
Dom membunyikan drumroll..
jreng...
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAAAAAA AAAAAAAAA"
Lagu terakhir, Knights of Cydonia.
Di lagu ini gw udah pasrah. Pingsan biarin pingsan deh, yang penting enjoy! Untungnya di bagian awal lagu penonton rada 'tenang'. Maksudnya, cuma dorong2an, ga pake loncat2.
Lirik "No one's going to take me alive, Time has come to make things right, You and I must fight for our rights, You and I must fight to survive" ditampilkan di layar gede. (coba liat di http://www.youtube.com/watch?v=uD_YFYgfbSY). Penonton ikut nyanyi lagi bareng2. Lagi2 gw merinding. Tapi di reff kedua, saat suara gitar dan drum sedikit demi sedikit jadi makin keras, gw khawatir lagi... khawatir akan riffnya setelahnya.
WOAAAA!!! Riff di akhir Knights of Cydonia sekali lagi hampir membunuh gw. Penonton kali ini seratus persen kesetanan. Gw teler ga bisa ngendaliin diri (walaupun masih sadar). Dalam satu waktu, crowd di sebelah kiri gw membentuk sebuah lingkaran kosong. Tiba2 orang2 memasuki lingkaran itu dan mulai tabrak2an kayak pertandingan adu anjing. Sejak itu gw tau, Mosh Pit tuh bentuknya kayak gini toh. Untungnya gw ga berada di dalam lingkaran itu. Kalo ada mungkin gw udah mental sampe keluar aula.
TIPS 9: Kalo penonton membentuk tempat kosong berbentuk lingkaran aneh, jangan masuk. Kecuali kalo anda memenuhi salah satu syarat di bawah:
1. Badan anda gede
2. Pengen mati.
Saat nada terakhir dimainkan, ratusan liter "es kering" di semprotkan (semprot, bukan hembus) dari depan panggung. Asap putih itu bagai malaikat yang menyelamatkan gw. Sejuk banget. Penonton tepuk tangan lama banget. Muse pun pergi dari panggung. Lampu dinyalakan lagi. Dan satu persatu penonton meninggalkan aula.
Gw berjalan sendiri ditengah keramaian, sempoyongan, masih ngga percaya dengan apa yang baru aja gw alami. Tapi setidaknya badan gw sejuk banget setelah disemprot asap es kering tadi. Oya, baju gw basah kuyup oleh keringet, kaya abis dicuci. Saking basahnya, walau dijemur dalam rumah selama 12 jam baju itu belum kering juga. Baru kali ini gw keringetan sebanyak itu.
Gw nyari temen2 gw, tapi cuma ketemu satu orang. Dua orang Indonesia yang baru kenalan sebelum konser itu ga pernah keliatan lagi.
The best night of my life. Seriously.
--------------------
Tanggal: 31/1/2007
Tempat: Festival Hall, MELBOURNE
Setlist:
1. Take A Bow
2. Hysteria
3. Supermassive Black Holes
4. Butterflies and Hurricanes
5. Map of the Problematique
6. City of Delusion
7. Citizen Erased
8. Sunburn
9. Apocalypse Please
10. Invincible
11. Time is Running Out
12. Plug in Baby
--ENCORE--
13. Soldier's Poem
14. Starlight
15. Stockholm Syndrome
--ENCORE--
16. Knights of Cydonia
(*yang berwarna merah = highlights of the show)
Kesimpulan: Kalo diliat dari lamanya Muse maen, konsernya lumayan pendek (kira2 1 jam 20 menit), tapi gw bersyukur karena kalo konsernya lebih lama dari itu mungkin sekarang gw ga akan ada di sini. Sepanjang konser berlangsung, Matt jarang banget ngomong. Ternyata orang sehebat dia juga bisa punya 'demam panggung' ^^
Ga adanya lagu Bliss dan Newborn emang sedikit mengecewakan, tapi bagi gw kehadiran Citizen Erased membayar semua kekecewaan itu. 100%. Gw juga bersyukur malam itu mereka ga mainin Assassin. Kalo lagu itu sampe dimainin, mungkin sekarang gw udah.. um.. (kerjaannya seorang assassin apaan sih?)
TIPS 10: Hati2 saat lagu2 hits seperti Time is Running Out, Stockholm Syndrome, dan Knights of Cydonia dimainkan. Ngelamun sedikit aja bisa berakibat fatal.Rating: ******* (Bintang Tujuh), karna keren banget dan karna udah bikin gw kelenger.
TIPS 11: Klo emang pengen nonton Muse, beli tiketnya dari sekarang (udah abis belum yah? Wallahualam). Coba aja cari/tanya infonya di http://www.kaskus.us/showthread.php?t=352139 atau di http://www.kaskus.us/showthread.php?t=468351. Good luck. Enjoy the show.
Berikut ini adalah foto2 yg berhasil gw kumpulkan dari internet. (Thanks to 'kachido', 'BMB3000', Talitha Conway, and 'peterrules4eva' for the photos)
"The night I watched MUSE shall never be forgotten, until the dementia take my memories away." - uzi.
Thursday, January 4, 2007
NuYear
Ahh.. akhirnya taun baru datang lagi. The same old world, a brand new year. 2007 gitu loh. Menurut sebuah kitab suci kuno yang terletak di sebuah gua rahasia di Dago Pakar, Bandung, pada tahun 2007 ini akan terjadi banyak hal yang luar biasa. Yaitu:
1. Akan terjadi perang dunia ketiga, yang secara resmi diikuti oleh 5 blok:
Blok Sekutu Improved Edition - yang beranggotakan AS, Inggris, Australi, dan negara2 mantan sekutu (Plus Israel)
Blok Palu Merah - yang terdiri dari Iran dan Republik Rakyat Cina.
Blok Linggis Berduri - yaitu Korut dan Rusia.
Blok Macan Putih - bertindak sebagai penengah, anggotanya ialah negara-negara berkembang dan diketuai oleh Indonesia. Blok ini dibentuk berdasarkan usul presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Misi dari blok ini adalah berusaha menghindari perang sebisa mungkin, karena menyadari bahwa seluruh jajaran militer yang dimiliki anggota-angotanya bisa dihancurkan hanya dengan ditekannya sebuah tombol di markas besar militer negara-negara maju.
Blok Pengecut - Terdiri dari negara-negara Timur Tengah termasuk Arab Saudi.
2. PD III hanya akan berlangsung selama seumur jagung yang terkena mutasi, yaitu kira-kira 2 bulan 27 hari.
3. Setelah PD III ini berakhir, negara2 dari blok Sekutu, Palu Merah, dan Linggis Berduri mengalami kehancuran besar-besaran. Penggunaan senjata nuklir dan biologis menyebabkan kematian tiga milyar dua juta lima ratus sembilan orang (konon setelah perang ini berakhir, penduduk Republik Rakyat Cina hanya tersisa 28 orang saja). Tidak kurang dari 97% gedung pencakar langit di dunia telah hancur, terbakar, atau terkena sampah radioaktif sehingga tidak bisa didekati lagi.
4. Negara-negara dari dari Blok Macan Putih mengambil alih Persekutuan Bangsa-bangsa.
5. Indonesia berkembang dari negara miskin menjadi negara superpower dalam waktu kurang dari 75 hari. Atas prestasi yang diraihnya ini, Pada tanggal 8 Agustus 2007 nama Susilo Bambang Yudhoyono dimasukkan ke dalam MURI. Tiga hari kemudian, Guiness Book of Record menyusul.
6. Sementara itu, pada tanggal 19 Oktober 2007, negara-negara timur tengah yang selama ini hanya diam saja menyaksikan dunia yang hampir hancur, telah berhasil dikudeta oleh tiga juta anggota rahasia PBB yang berhasil menyusup ke negara2 itu dengan menyamar sebagai jemaah haji. Konon senjata api yang mereka gunakan saat mengkudeta raja2 arab itu mereka selundupkan melalui pesawat pengantar makanan (catering)--yang untungnya--tidak telat.
7. Semua raja arab diturunkan. Harta haram pribadi mereka yang berjumlah triliunan dolar digunakan oleh PBB untuk membantu negara-negara yang baru miskin; seperti US, UK, Prancis, etc.
8. Pada tahun 2009, dunia mencapai suatu kondisi dimana tidak ada satupun manusia di muka bumi ini yang miskin. Jurang pemisah antara si miskin dan si kaya telah dihilangkan 100%.
Kebenaran dari ramalan kitab suci kuno itu belum dapat dipastikan. Kita liat aja nanti tanggal mainnya. Kalo bener ya.. keren. Tapi kalau salah, berarti kitab itu cuma iseng-iseng buatan orang yang pengen seterkenal Nabi Muhammad SAW, atau jangan2 kitab seperti itu ngga ada sama sekali? Lho.. brarti gw mimpi kali yah? Ah ngga tau ah. Gw berhalusinasi kali ya? Mungkin ini gara-gara pas malem taun baru kemarin gw nonton kembang api.
Ah.. kembang api. Siapa sih yang ngga suka kembang api? Malam taun baru kemarin, untuk yang kedua kalinya gw nonton pesta kembang api di tengah kota Melbourne. Satu kata: Keren dan Indah.
Yah, walaupun begitu taun ini ngga seseru taun lalu.. karna kemaren gw nontonnya terpaksa sendirian. SENDIRI ditengah Puluhan ribu orang. GILA. Andai sejam sebelumnya gw nggak harus berada dalam hotel ngurusin orang-orang kaya yang kebanyakan duit, dan seandainya jaringan kartu hape gw ngga jammed, pasti ngga akan gini jadinya. Tapi percuma ketang, andaipin gw bisa ngehubungin temen2 10 menit sebelum countdown tengah malam dimulai, nyari mereka diantara ribuan manusia pasti sama dengan nyari daging steak mewah di kamar kosan mahasiswa.
Tapi it's okay, karna setengah jam setelah kembang api itu, gw akhirnya bisa juga ketemu mereka. Udah gitu, ternyata bokap nyokap gw juga di city. Huahahaha. Jadi baliknya ngga usah numpang temen deh. Lagian pas acaranya berlangsung, lumayan lah bisa dengerin band reggae (cmiiw). Walau lagunya pas-pasan, tapi gpp daripada bete hehe.
Anyway, kembang api. They're so beautiful aren't they? Coba liat foto2 dibawah ini. Btw gw ngga percaya ama kamera hape saat ini, se"besar" apapun megapixelnya. Apalagi punya gw cuma 1.3 megapixel, jadi males deh moto2nya juga. Low quality, hiks. Mendingan konsentrasi ke kembang apinya. Ngelamun selama sepuluh menit diiringi dengan alunan lagu "Forever Young" (by. ngga_tau_siapa_penyanyinya) dan bau kelek puluhan ribu orang di Federation Square. Foto2 ini adalah pro shots yang gw comot dari koran Herald Sun versi onlen.

Damn, so pretty. Gw mau deh pacaran ama kembang api.


Pintu utama stasiun Flinder

Kalo diliat pake mikroskop pasti keliatan deh kepala gw.

The beauty of chaos, haha.

Yang ini bukan firework, tapi platform 4/5, tempat gw dulu brangkat kerja jadi kuli hehe.
Selamat tinggal platform 4/5.
Oh, and there is one more special thing happened that night. But I wouldn't spoil it by deciding any action based on some stupid uncontrollable feeling codenamed "Adolescent Love". Jeeez... I can't make a same mistake THRICE. God created time with a purpose. For this time, only for this time, I shall believe in God.
Oya ngomong2, novel remaja "Join The Gang" by Ken Terate rame juga tuh. Novel ini ngajarin kita untuk melihat dunia dari persepsi individu yang berbeda-beda. Keep writing deh Ken! Novel lo keren! (kapan ya gw bisa nyusul buat novel huhuhu)
Saturday, December 30, 2006
Saddam Digantung
Sekilas info..
Berikut adalah rekaman video sesaat sebelum Saddam Hussein digantung di tiang gantungan.
[rating: BO - Bimbingan Orangtua]
Warning: Yang buta DILARANG melihat rekaman video ini.
Saddam Mau Digantung
Seperti kita lihat pada video di atas, Saddam Hussein yang telah melakukan banyak tindak kejahatan apparently telah menerima akibat dari perbuatannya itu. Saddam memang pantas digantung. Dia sudah mulai kurang ajar dari sejak dia masih menjadi diktator (waktu dia menghancur-leburkan suatu suku dengan senjata biologis sejenis kentut beracun) sampai kenakalannya di film Petualangan Sherina.
Sayangnya video ini tidak meyakinkan saya bahwa dia telah wafat, eh, maksud saya, telah mampus. Gimana bisa yakin! Wong bagian yang paling serunya di cut! Tiga detik terakhir di video ini malah cuma ngulang dari frame awal. Coba kalo ada full extended version yang nunjukin dia mengap-mengap kehabisan nafas ketika digantung. Pasti seru. Huh! Walaupun dalam video lain diperlihatkan mayat dia yang telah terbungkus kain kafan, tapi itu kan bisa aja cuma pura-pura. Hmm.. jangan-jangan ini semua hanya tipu daya? Sayah mencium bau konspirasi...
Ah, nggak jadi ketang mencium bau konspirasinya. Gw mah yakin aja lah dia udah mampus. Kan kata guru agama, suudzon itu ngga baik buat kesehatan kita di akherat, iya ngga?
Tapi itu lehernya aneh juga ya kenapa sebelum digantung pake syal segala? Apa mungkin hal itu dilakukan supaya setelah mati leher dia nggak pegel gitu yah? Dasar penjahat, maunya yang enak-enak aja.
Oya, tadi di Liveleak.com (website tempat video ini saya ambil) masih aja ada yang koment ky gini:
--------------------------------
HE IS NOW RESTING IN PEACE AND IN SHA ALLAH HE WILL BE IN HEAVEN
Posted 17 mins ago by "osman"
--------------------------------
Terjemahan: Dia sekarang beristirahat dengan tenang dan atas izin Allah dia akan masuk surga
Gw heraaaaaaaaaaaaaaan banget kenapa 'iman' seseorang itu terkadang kok malah membutakan dirinya sendiri. HOW COULD HE SAY THAT.. FOR GOD SAKE!!!
Hanya karena Saddam dilahirkan di timur tengah dan memiliki nama belakang yang sama dengan nama cucunya Rosulullah SAW, bukan berarti dia bisa masuk surga seenaknya atuuuuh. Iya ngga sih? Setahu saya dia ituh telah melakukan kejahatan perang dan pernah membunuh lebih dari 5000 orang Kurdis. Menurut saya sih dia itu pantesnya dimasukin ke neraka khusus (neraka ke-8) dimana nanti dia bakal dimasukin ke dalam sebuah ruangan yang penuh dengan kentut beracun. Tapi sama halnya dengan neraka-neraka lainnya, dia nggak bakalan mati atau pingsan. Jadi dia bakal mengap-mengap oleh kentut beracun tersebut seumur hidup. Emang sih bukan saya yang menentukan hukuman apa yang akan diberikan pada dia di akherat kelak. Tapi kan AlQuran bilang Allah Maha Melihat. Jadi kalau pas nanti Dia membaca blog saya, saya berharap Dia akan mempertimbangkan usul saya ini.
Well, dari pengalaman saya, pasti deh ada yang panas baca postingan ini. Dalam hati mereka sepertinya ada opini seperti ini:
1. Hukuman mati itu harus ditiadakan! Kejam!
2. Penjahat perang harusnya hukumannya ditembak, bukan ditantung! Kejam!
3. Kenapa dia dihukum mati ketika hari Idul Adha dan dia nggak diberi kesempatan untuk melaksanakan solat Ied dulu... Ini pasti konspirasi yang dilakukan oleh kaum kafir!
4. Walaupun selama hidupnya dia jahat, tapi dia udah bertobat, jadi harusnya dia dikasihani.
5. Muka dia ketika mau dieksekuti tidak menunjukan rasa takut. Saddam hebat!
5. bla bla bla
BLAH! Lagi lagi banyak yang mendebatkan masalah kecil yang ngga penting. Kalau elo salah satu keluarga suku Kurdi yang telah dibantai ama dia, gw yakin lo ngga akan berpikiran seperti itu. titik.
Satu lagi penjahat perang yang mati. Apakah Iraq akan menjadi damai? Ngga tau deh. Selama senjata masih ada, kedamaian adalah suatu hal yang langka. Ironiknya, senjata akan terus ada sampai suatu saat dimana semua hal yang ada akan menjadi tiada (kiamat).
Yang jelas,,
Next Person to be Executed: Bush =D
Kalau pengen ngeliat full extended version dari video ini, silahkan tune terus di www.liveleak.com. Cepat atau lambat videonya pasti muncul kok. Uncensored.
Sekian sekilas info.
Friday, December 29, 2006
Internet di Indonesia Lumpuh
Kemarin gw rada bete di dunia maya. Pasalnya, YM yang biasanya paling sedikit menunjukan 10 contacts online, kemaren cuma ada 1 orang.. dari pagi sampai jam 11 malem. CUMA 1! Gw pikir sedang ada invisible masal.
Usut punya usut, ternyata koneksi internet di Indonesia memang sedang dirawat di ruang ICU karena menderita patah tulang belakang.
Hari Selasa tanggal 26 Desember kemarin, telah terjadi gempa berkekuatan 710.000 Tenaga Kuli di Taiwan sebelah selatan. Akibat gempa hebat yang terjadi di bawah laut itu, lebih dari 23 juta penduduk Taiwan selamat dan tidak meninggal dunia. Namun entah kenapa gempa ini nggak terlalu terkenal. Gw aja baru tau pas tadi ngebuka kaskus. Soalnya di Yahoo!News ama Google news berita gempa ini ngga ada. Mungkin karena korbannya sedikit?
Dunia memang haus berita berdarah. Dua taun yang lalu, koran lokal Melbourne dengan headline: "Aceh death toll reaches 200,000" lebih laku dibandingkan ganja. Kacau kacau kacau.
Anyway, gempa di bawah laut ini telah menyebabkan kabel fiber optik di laut selatan Taiwan itu rusak. Padahal fiber optik itu digunakan sebagai tulang belakang perinternetan se-Asia Pasifik.
Tulang Belakang Internet?
Tulang Belakang teh intinya mah jalur utama yg menjadi pengantar data dari internet di Indonesia dan di negara-negara Asia Pasifik lainnya ke Rajanya Internet (U.S.)
Akibatnya, para pengguna internet di Indonesia sekarang harus jatuh bangun jatuh bangun jatuh bangun kaya lagu Meggy Z. Kecuali kalau ISPnya memakai satelite kayak salah seorang teman saya yang katanya masih bisa ngebrowsing seperti biasa.
Jadi, kalau dari kemarin kamu ngga bisa konek ke internet atau bisa konek tapi kecepatannya kayak nenek-nenek berumur 100 tahun yang kakinya pincang satu sambil nggendong truk, harap tenang. Karena itu belum apa-apa. Penderitaan anda belum berakhir huahahahahaha..
"Kalau gempa itu sampai menyebabkan kerusakan pada kabel fiber optik, sehingga ada yang harus diganti, maka perbaikannya bisa sampai berminggu-minggu untuk kembali ke kondisi semula.", ucap Johar Alam, seorang tukang kebun di rumah saya yang juga bekerja sebagai pengelola jalur interkoneksi antar ISP Open IXP.
Pokonya mah sabar, tawakal, berdoa supaya kabel optiknya cepet sembuh. Jangan lupa bersyukur, karena dengan internet yang super lelet kamuh ngga bisa buka-buka BB17.
Sekalian mau ngucapin:
Taqqaballahu mina wa minkum, selamat hari raya Idul Adha.













