Wednesday, May 30, 2007

Maniac...Depressive...

I'm so happy. Cause today I found my friends.
They're in my head. I'm so ugly. But that's ok.
'Cause so are you. We've broke our mirrors.
Sunday morning. Is everyday for all I care. And I'm not scared.
Light my candles. In a daze cause I've found god.

Yeyeyeayeaaah,,,

I'm so lonely. And that's ok.
I shaved my head. And I'm not sad. And just maybe.
I'm to blame for all I've heard. And I'm not sure.
I'm so excited. I can't wait to meet you there. And I don't care.
I'm so horny. But that's ok. My will is good.

Yeyeyeayeaah,,,

I like it. I'm not gonna crack.
I miss you. I'm not gonna crack.
I love you. I'm not gonna crack.
I kill you. I'm not gonna crack.

Nirvana - Lithium.

What the hell is this song all about?



Setelah lama ga denger lagu2 Nirvana, gw kembali ketagihan ama salah satu lagu mereka dari album NEVERMIND yang berjudul Lithium (ketagihan ama Smells Like Teen Spirit juga tentunya, tapi sekarang gw cuma mau ngebahas Lithium). Tertarik dengan liriknya, gw pun research di wikipedia. Setelah ngobrol2 dikit dengan pak Wiki, Pak Wiki pun akhirnya mau menceritakan arti dari lagu ini. Beliau bilang lagu ini bercerita tentang seseorang yang terkena penyakit Maniac Depression, atau mungkin lebih dikenal dengan sebutan Bipolar Disorder.

Makin tertarik, gw pun baca-baca artikel mengenai maniac depression atau bipolar disorder ini. Dari yang gw baca, orang yang menderita penyakit biologis PLUS psikologis ini punya ciri2 khusus yaitu seringnya terjadi perubahan mood pada si penderita. Seperti namanya, Bi(dua)-Polar(kutub) Disorder, orang yang punya penyakit ini memiliki rentang mood yang sangat luas, dan perubahan dari satu mood ke mood lain bisa terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Di satu saat dia bisa jadi maniak (sangat senang, memiliki perasaan gembira yang meledak-ledak, sangat antusias pada sesuatu, seperti orang gila), namun beberapa hari kemudian, atau jam, atau menit, atau bahkan detik, dia bisa berubah mendadak menjadi orang yang sangat depressive (mengalami perasaan sedih yang amat sangat).

Kasian ya.. orang yang punya penyakit ini. Hidupnya ga jelas. Dan yang pasti, tuh orang pasti jadi weird banget di mata orang lain.

Kebayang... misal si F terkena Bipolar Disorder. Siang harinya dia seneng2 jalan ama temennya, gila-gilaan. Namun pada malam harinya, sebelum tidur, dia bisa nangis darah seakan-akan dia tuh sendirian di dunia ini.

Mungkin kita mikir, wajar aja kali namanya juga manusia kadang bisa senang kadang bisa sedih.

Kenyataannya ngga gitu. Kalo orang normal, senang dan sedih itu jelas batasnya. Orang normal punya alasan buat senang, begitu pula alasan buat sedih. Terlebih lagi, alasan2 itu memang asli, exist, bukan imajinasi atau buah pikiran belaka. Lagian perubahan mood orang normal ga akan terlalu drastis seperti yang terjadi pada penderita Bipolar Disorder (kecuali pada kondisi-kondisi tertentu, misal: si A orang normal, dia lagi seneng banget karena menangin lomba voli internasional. Piala kejuaran voli itu dijunjungnya tinggi-tinggi dengan penuh kebanggaan. Namun tiba-tiba dari pengeras suara ada pemberitahuan bahwa ibu, bapak, dan semua sanak saudara si A baru saja meninggal dunia semenit yang lalu karena rumah mereka kejatuhan pesawat terbang yang melakukan landing darurat. Si A pun mendadak jadi depresive. Ini mah wajar.)

Sedangkan orang yang maniac-depressive ga punya pembeda yang jelas antara senang dan sedih. Moodnya bisa berubah dari sangat senang menjadi sangat sedih ataupun sebaliknya tanpa perlu ada alasan yang logis.

Tingkat keparahan penyakit ini pun berbeda-beda. Yang paling parah yaaa bisa diliat di Rumah Sakit Jiwa di jalan Riau 11, dimana seseorang yang lagi ketawa bisa tiba-tiba menangis dalam hitungan milisecond. Sedangkan yang ngga parah-parah amat perubahan moodnya masih rada wajar lah (walaupun tetep aneh karena berubahnya sangat sering dan drastis)

Untungnya, penyakit ini sekarang sudah bisa diobati dengan obat (jadi bukan hanya secara psikologis). Biasanya obatnya disebut "mood stabilizer". Salah satu bahan utama dari mood stabilizer ya itu tadi, Lithium, makanya si Curt Cobain yang konon punya penyakit Bipolar Disorder ini bikin lagu dengan judul tersebut.

Ngomong-ngomong, gw kenal dengan seseorang yang punya penyakit ini. Seremnya, tiap malam dia tidur di kasur gw. Gila ngga sih.

Tuesday, May 29, 2007

Out of the Circle

I was sitting beside my bed last night, reading a book about Force, Electricity, Magnet, and some other shits (God knows it's a physics book). The computer in front of me was playing about 6000 songs randomly. Then all of the sudden I was like.. "am I gonna be always with the same 2 digits--0 and 1--until the rest of my life?" Can there be some other digits that can make this life at least less boring? My computer seemed to hear my question, then a song that i just got from an internet cafe earlier that day was played, chosen by the randomizer code embedded in my music player software. It was "Unpad" by "The Panas Dalam".

"Mahasiswa kedokteran... UNPAD!!!! UNPAD!!!! UNPAD!!!! UNPAD!!!",  The Panas Dalam - Unpad

Don't you think it will be so much more fun to take care of sick people than typing qwertyuiop on a blank screen again and again?

Again, my mind stance's shaken up so easily.

But then it's my future, not anyone else's. I decide, not anyone else.

Maybe i must do an Istikhoroh Prayer. But to whom should I pray if I haven't got anyOne to be prayed to? ahh... it seems that i have to decide this by myself, and a bit help from my family of course, they're much better than The Unseen, i think.

If I got this, it means I have to move to East Bandung, separated from my family, which I have always wanted for long. Not that I hate them, I am just bored of being part of the circle. I want to move out.

---

Speaking of circle, once again Im trapped in some kind of circle. A circle that's been beaten by me once, but comes back with its new strength. I like running inside this circle as much as I hate it. It's like watching a beautiful multicolored fire while holding it with both hands. I don't wanna run out of this circle self handedly like i did last year coz I now realize it was so stupid and selfish. But then this circle always makes me stupid and out of control.

"This firrreeee is out of control, Im gonna burn this city... burn this city...", Franz Ferdinand - This Fire

Man.. this sucks-_- The last time I was being so logical, I became an arrogant bastard. But when I cease my logic, I can't help but started to cry for some obscure reason. And by god, I felt like a perfect pussy. Can somebody tell me how to be JUST right?

Meooowwww,,,,,,,,,,, i feel like having a miniature of bipolar disorder....

NEVERMIND...

"i like you im not gonna crack. i miss you im not gonna crack. i love you im not gonna crack. i kill you im not gonna crack.", Nirvana - Lithium

Kembali ke SPMB.

Thursday, May 17, 2007

Mix Max Post

(Cerita2 Ga Penting Setelah Gw Balik ke Bandung)

Seperti judulnya (Mix Max, sebuah minuman cocktail pake vodka yang rasanya ga ada pahit-pahitnya sama sekali, dijual di supermarket Borma Setiabudi dengan harga sekitar Rp 7000), postingan ini bertema campur-campur.



Game Ngebikin Kota

Beberapa hari yang lalu gw nginep di rumah temen gw, seorang mahasiswa teknik lingkungan, yang di komputernya terdapat gambar-gambar dan video-video pemandangan indah yang dia dapat dari warnet-warnet di sekitar rumah dia. Mentang-mentang dia dari teknik lingkungan, gambar dan video di komputer dia penuh dengan tema gunung, lembah, hutan, dan burung. Nama filenya beragam dari mulai file kecil seperti "Sample.mwv" dan "00004.mpeg" sampai file berukuran ratusan megabyte seperti "AVSEQ01.dat" dan "Miyabi.avi". Anywaaaaaay, di komputer dia juga ada game The Sims 2. Ahaaa... versi pertama the sims adalah salah satu game legendaris favorit gw waktu gw masih smp. Sedangkan The Sims 2, baru main 2 jam juga udah bikin bosen. Salah sendiri sih si game maker Maxim ngebuat terlalu banyak Expansion Pack buat game the sims yang pertama, jadi game sequelnya ini cepet banget bosen kalo dimainin ama orang yang udah sering main the sims pertama yang punya lebih dari 8 expansion pack itu (blegegugnya, si game maker masih demen ngebuat expansion pack. Terbukti game the Sims 2 ini expansion packnya udah ga bisa diitung dengan jari orang yang pernah kecelakaan yang jarinya kepotong 6.). Karna bosen main the sims, gw jadi teringat ama game SIMS lainnya yg dulu pernah gw mainin: Sims City. Ini game addictive banget kalo ga sedang dimainin, tapi kalo pas main suka ngebetein karna uang gw di game defisit terus (im not a good city maker). Sepertinya para pendesain kota-kota di Indonesia juga sama seperti gw: ga bisa bikin kota. Harusnya dosen teknik sipil tuh nyuruh mahasiswanya main game ini sampai berhasil bikin kota yang sukses. Sebelum mahasiswa-mahasiswa itu bisa bikin kota yang sukses di game Sim City tanpa cheat, harusnya mereka ga boleh di wisuda. But this is just my 2 cent.

Main Boomerang Malem-Malem

Gw mau bikin pribahasa baru ah, siapa tau bisa masuk buku kumpulan pribahasa bahasa Indonesia. Pribahasanya gini: "Bagaikan melempar boomerang di malam hari". Pribahasa ini tentu aja gw buat bukan berdasarkan ngarang belaka, tapi dari pengalaman gw dan teman-teman gw. Ceritanya begini:

UPI (Universitas Padahal IKIP) atau yang sering disebut juga dengan UPIL (Universitas Pendidikan Indonesia Ledeng), sedang mengalami perombakan besar-besaran. Hampir semua bangunan lama di komplek UPI dihancurkan dan diganti dengan yang baru (kecuali bangunan fakultas MIPA yang dibikin dari hasil sumbangan sukarela dari Jepang tea). Gw pernah nanya dapet darimana sih UPI biaya buat perombakan super besar itu? Katanya sih minjem dari salah satu bank yang headquarternya di Timur Tengah (kenapa mesti minjem dari Arab sih!?) tapi katanya nanti yang wajib ganti bukan UPI melainkan pemerintah. Enough ngomongin tentang hal ga penting ini. Kembali ke cerita gw. Jadi gini, sebelum gw nginep di rumah temen gw itu, gw dan 2 orang teman gw dari SD jalan-jalan ke lapangan sepak bola UPI. Tentu saja lapangan sepak bolanya udah tutup karena pada waktu itu jam menunjukan pukul 7 malam. Kita bertiga jalan berbekal boomerang (masing-masing 1) dan senter yang lampunya pake LED. Di sebelah lapangan sepak bola tersebut kebetulan ada lapangan apa gitu ga jelas, letaknya di deket tempat penginapan para BUILDERS yang sedang ngebangun bangunan2 di UPI yang rata-rata datang dari Jawa. Jadi kita main boomerang di situ padahal kondisinya gelap banget. Stupid us. Yang kita lemparin tuh boomerang, bukan pisau! Kalau pisau, dalam kondisi gelap gitu paling parah kita bisa nusuk orang yang sedang lewat, ga masalah. TAPI INI BOOMERANG. Boomerang itu kalo dilempar balik lagi. Jeeezz. Jadi gini teknik kita: 1. Lempar; 2. Bengong (karena emang ga keliatan apa-apa), lalu 3. Kabur, ga lupa pasang telinga supaya ketauan tuh boomerang jatuhnya di sekitar mana. Ga jarang tuh boomerang jatuhnya tepat di sebelah kita (padahal kita udah kabur dari tempat ngelempar semula). Maklum kita bukan orang aborigin, jadi masih kurang ahli dalam ngelempar boomerang, kalo ngelempar kadang2 balik laginya ga tepat ke tempat boomerang itu dilempar. Tapi itu yang bikin deg-degan. It's like a gamble. Which way you'll run? You decide. You eat the consequence.

Jadi arti pribahasa ini apa? hmm.. terserah pembaca deh mau ngartiinnya gimana. It's 2007, the world is open ended, y'know.

Mix Max : Vodka Juice rasa Blueberry (4.8% Alcohol v/v)

Hwaaaa.. ternyata di tanah air gw tetep bisa ngeakses minuman beralkohol. GAWAT GAWAT GAWAT. I don't want it, I'm not addicted to it, tapi pikiran gw kayaknya slalu ngasi tau gw untuk nyoba yang aneh-aneh. Slama gw dibandung gw udah minum sekali. NOOOOOOOO!!!!! Enak banget lagi ini rasanya, ga kayak bir yang asrep atau pure vodka yang paitnya kayak obat bius. Minuman yang kemaren gw beli pokoknya aneh de, komposisinya: Blueberry Juice 10%, Vodka, gula pasir (wtf!?), asam sitrat, dan pewarna biru berlian). Pantes manis. Kapan2 gw mau nyoba bikin sendiri ah: jus qurma + cokacola + mentos + bubuk kacang tanah + gula merah + Gin + sedikit morphine + air zam-zam. It should be the best cocktail a human ever made. Note: minum Mix Max kemaren ga bikin mabok, jadi, halal kan? yah? yah? yah?

Parisj Van Java (PVJ)

Akhirnya gw punya kesempatan juga buat ngunjungin mall yang kondisinya ironis dengan kondisi masyarakat Indonesia ini. Gimana ngga, brand-brand yang di jual di situ rata2 dijual juga di tengah kota Melbourne, dengan harga yang... kalo dibandingin secara langsung emang lebih mahal di Melbourne, tapi kalo ditinjau faktor-faktor lain seperti pendapatan kita rakyat Indonesia, barang-barang yang dijual di PVJ overpriced banget (GedeBage ama Jeans Cihampelas still rule!). Anyway, J.Co juga brengsek tuh. Satu donat Rp.5000? pfffttt..!! Bukannya gw pelit, tapi temen gw yang lulusan teknik Informatika PolBan yang sekarang buka pabrik donat tuh ngebikin donat yang jauh lebih enak (I mean it, jauuuuuuuuh lebih enak) dan lebih tembem, dijual ke konsumen akhir cuma dengan harga Rp 1500 - Rp 2000. FUCK. Kalo temen gw tu punya modal yang lebih gede pasti J.Co dan Dunkin Donat bakal angkat kaki tuh dari Indonesia.

Trus.. gw dan temen-temen SMA gw juga sempat makan di foodcourt X di PVJ. Gw makan kwetiau yang juga overpriced. Ketika gw udah menyantap kira-kira setengah piring, gw ngeliat sesuatu yang imut-imut plus menjijikan di piring gw. Ulet. ULET ULET ULET ULET ULET ULET ULET. There's a fucking ulet on my plate! Sebenernya bagi gw ini bukan masalah yang terlalu besar, gw bukan uletphobia kayak nyokap gw yang pernah hampir ngelempar gw dengan pisau gara-gara ketakutan saat gw tunjukin seekor ulet bulu ke depan dia. It's just.. INI PVJ kan? Mall yang isinya barang branded semua? I thought it doesn't come with an ulet! Atau mungkin ulet yang ada di piring gw itu branded kali. Untung aja tuh restoran ngasi gw kompensasi buat tutup mulut yang berupa segelas fruit punch. Gw rada curiga jangan2 tuh fruit punch isinya buah-buahan yang berulet semua. Ngok. Makanya gw ga mau tutup mulut.

Nagabonar Jadi 2 (dan KALA)

Di PVJ gw nonton film Nagabonar 2. Lima jempol deh buat film ini. Menurut reviewer di website SinemaIndonesia, film Kala dapet setengah bintang lebih banyak dari film Nagabonar 2. Menurut gw, kedua film ini patut dapet bintang yang sama. Dua-duanya bagus dalam hal yang berbeda gitu loh. Banyak jalan menuju roma, banyak cara buat jadi ranking satu, banyak jalur buat masuk ITB. Kalo film Nagabonar bagus karena bisa bikin penonton ketawa non-stop (+ terharu, kalo feeling lo sesensitif gw), kalo film KALA bisa bikin penonton megangin kursi dari awal sampai akhir (well, it's supposed to be like that, but I wanted to hold something else when I was watching this movie, but in the end I couldn't hold anything :p)

MASUK ITB

...adalah cita-cita gw saat ini. Fakultas Eletro Informatika atau Fakultas Saintek Hayati, it doesn't matter (kaya bisa masuk aja haha). Kenapa harus ITB? karna ITB deket dengan mesjid Salman. Ada apa dengan Salman? Kalo hari jumat di sono banyak tukang jualan dengan harga super miring. Lagian di sekitar ITB banyak yang jual back up CD. Bagi gw, pedagang back up CD sama pentingnya dengan Warteg. Plus internetnya konon cepet. Alesan kayak gini cukup untuk bikin gw kebelet masuk ITB.

SSC

Gw masuk SSC buat persiapan SPMB. Waaahahaha. Akhirnya gw masuk KELAS yang berisi orang-orang NORMAL lagi (bukan para Arab yang imbecile itu). Ternyata pelajaran di Indonesia tu susah bangged euy, terutama Fisika. Banyak rumus yang belum pernah gw pelajari. KIMIA juga gw udah pada lupa. Matematika ngehong.. Arrrghhh.. Kenapa yak gw ga pernah belajar sama sekali selama 5 bulan terakhir ini-_- Try Out kemaren gw cuma dapet nilai dari B.Indo, Bio, dan B.Inggris (dari B semua? kebetulan?). Sisanya kalo ga nilai nol yaa paling belasan^^. B.Indo ternyata ga terlalu susah euy, cuma soal-soalnya emang annoying pisan. Btw, baru hari ketiga gw ikut SSC, gw udah bolos...

CABUT GIGI GERAHAM berbonus SINUS (aaaaggghhh)

Akhirnya, hari ini gigi geraham kanan atas gw yang superbolong bisa dicabut juga. Tadi gw agak deg2an karna dicabutnya oleh mahasiswa amatir jurusan dokter gigi yang sedang praktek di rumah sakit hasan sadikin (konon dia baru pernah nyabut gigi 3x). Pokonya udah kayak jadi korban si JigSaw aja lah. Kursinya juga masih sejenis ama kursi yang sering dipake di film Saw. Apalagi peralatannya yang serem2. Tapi seru juga karna dokternya itu enak diajak ngobrol, ga kayak dokter gigi profesional yang superjudes. Pas gw dicabut gw ditonton lagi ama temen2 dia, yang juga mahasiswa dokter gigi (eh, kebanyakan mahasiswi deng). Makin rame. Karna gigi graham gw itu susah banget digoyangnya, akhirnya tuh temen2nya gantian nyobain nyabut gigi gw (serasa jadi kelinci percobaan dhe). Tapi itu bikin kegiatan cabut gigi jadi menyenangkan:p Btw, ga da satupun dari mereka yang bisa nyabut gigi graham gw. Jadinya mereka manggil dokter gigi yang asli. Dan si dokter ini akhirnya berhasil nyabut tuh graham. Prosesnya lama, tapi sama sekali ga sakit (baru kali ini gw dicabut gigi tanpa ngerasain rasa sakit sedikitpun). Tapi ternyata masalah belum berakhir. Konon akar gigi graham gw itu terlalu panjang, jadi nusuk ke rongga udara yang ngelewatin atas mulut gw. Pas akarnya dicabut, kan gusinya bolong, jadi udara yang di rongga udara itu bisa masuk ke mulut gw. Jadi sekarang gw bisa nafas lewat gigiii. ANJRIIIIIIIIT.. aneh banget rasanya. Kalo minum air mulut gw jadi kayak bocor-_- Katanya ini namanya Sinus. What the hell. Udah dijahit sih, tapi lubangnya masih belum nutup sampai sekitar lima hari katanya. Hari ini gw bolos SSC karna... saat obat bius udah ga berlaku, syaraf2 perasa sakit di sekitar gigi gw mulai menunjukan yang sebenarnya: sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit. Kenapa ya sejak gw balik ke Bandung gw menderita terus T_T

Demam Berdarah

Ngomong2 tentang menderita, gw deman berdarah sekitar sebulan yang lalu. Di rawat di RS. Santosa yang konon katanya rumah sakit dengan taraf internasional (katanya). Ga tau sih, gw alhamdulillah sama sekali belum pernah ke RS di Melbourne jadi ga bisa ngebandingin. It was so damn cheap as well (AsKes rules). Beberapa hari setelah gw sembuh, gw kena demam lagi. Menurut hati paranoid gw yang paling dalam, gw kena DB lagi, karna tuh gejalanya mirip2. Tapi masa sih baru sembuh DB tuh nyamuk2 Aides langsung nyerang gw lagi? Emangnya darah gw addictive banget ya, Muk? Tapi untungnya 3 hari kemudian gw udah bisa lari2 lagi (kabur dari kejaran boomerang yang gw lempar di malam hari). So, i guess ini cuma demam biasa.

Komputer (1)

Sehabis sembuh DB, gw dan beberapa temen SMP jalan-jalan ke.. guess what? Bandung Electronic Center (disiitu dulu ada pangkalan kita main multiplayer game, tapi sekarang pindah entah kemana). Sejak gw di Bandung (dalam sebulan ini) gw dah jalan2 ke tempat yang sama dengan mereka kira-kira 4x. Salah seorang temen gw itu pengen bikin multiplayer game center sendiri di deket rumahnya. Jadi dia sedang nyari komputer yang pas gitu. Dia cuma pengen masang lima komputer (kagok, i know), tapi gw salut temen seangkatan gw kok udah bisa bisnis gitu yak. Sedangkan gw masih bergantung banget ama ortu. Tuhan, ajari aku berbisnis dong.PLEASE!!

Komputer (2) : Dual Core

Gw bernazar kalo gw bisa masuk ITB gw mau ngeupgrade komputer gw yang udah pikun ini. Pengen pake Quad Core, tapi kemahalan. Jadi mau pake yang dual core aja (Core 2 Duo juga kemahalan). Just for info, kalo mau beli dual core mendingan beli AMD X2 daripada Intel D. Menurut test yang dilakukan CNet dan beberapa website lainnya, AMD menang dalam segala bidang; dari game 3D sampai multitasking. Lebih murah pula.

3

Gw berhenti pake IM3. HP gw kayaknya ga kompatible. ERROR TERUS. So gw pindah pake "3" dari Hutchison. Yang bikin gw tertarik dengan 3 :

Beli pulsa mulai dari 30 ribu dapat 3x lipatnya nya, Mau? (Boong itu Dosa)

Mereka ga boong sih, walau agak sedikit.. punya trik gitu. Jadi kalo beli pulsa 30 ribu, kita dapet pulsa normal 30ribu (100% dari harga voucher), bonus pulsa normal 15ribu (50% dari harga voucher, bisa dipake buat nelpon, sms, video call, dll, tapi ga bisa buat bayar GPRS), dan bonus pulsa buat sesama "3" 45ribu (150% dari harga voucher, cuma bisa dipake ke sesama "3").

Nelpon ke sesama "3" cuma 165/menit (iklannya sih bilang 150/menit, tapi ada ppn 10%), tapi enaknya tanpa ada perbedaan Peak dan Offpeak segala.

Sebagai perbandingan, IM3 klo nelpon ke SESAMA IM3 offpeak harganya 250/30detik (500/menit), dan kalo peak jadi 500/30detik (1000/menit).

MENTARI gw ga tau karna belum pernah coba, tapi tarif hemat berlima (Rp50/30detik) itu cuma buat... you guess it.. BERLIMA doang! Trus cuma buat hari Jumat Sabtu dan Minggu doang. Ngek.

Kalo "3", kapan pun cuma 165/menit. Mantep kan?

Ke operator lain DAN ke rumah cuma Rp 1100/menit, tanpa membedakan Peak dan Offpeak.

SLJJ ke operator lain DAN ke rumah Rp 2200/menit

VIDEO CALL Rp1100/menit. NAH ini juga enaknya "3". Kartu GSMnya udah bisa buat servis 3G tanpa dikenakan biaya tambahan! Jadi kalo HP kamu kebetulan bisa 3G, ga usah capek2 register kayak 3G telkomsel atau indosat. Tinggal langsung pake langsung jreng (asal punya temen yang bisa di-video-call-in aja)

VIDEO CALL SLJJ Rp2200/menit.

GPRS: Rp10 (per 1kb)
MMS: Rp500 (per 100kb)

Kayaknya klo MMS mahalan yang nerima daripada yang ngirim ya^^

Yang keren:

SMS ke sesama 3 GRATIS sampai 31 Agustus 2007.

Yang lebih keren:

SMS ke operator lain cuma Rp.110 sampai 31 Agustus 2007.

Jadi karena rumah gw bukan di pedalaman atau di pegunungan dan sinyal 3 pun masuk dengan mudah, gw sama sekali GA punya alasan untuk GA pake "3".

(gw ga dibayar untuk bilang gini, gw cuma mau berbagi kabar gembira dengan orang2 yang suka baca blog ini)

Masih tentang 3

Sialannnn udah jam 3 pagi (note: postingan ini ditulis di rumah dan dipost di warnet pada esok harinya). Aduh lapar. Tapi takut makan, takut nasinya masuk ke paru-paru lewat lubang sinus di gusi gw. Hahhh.. sinus sialaaaan... Kapan sembuh? May... May ini udah bulan May anjriiitt!! Lima hari lagi lubangnya ilang lah kata dokter. Takinkah akuuuu Tuhaaaan.. lima hari itu sebentaaaar... biarkan waktu... waktu... hapus lubang sinus inii... aaaaa.......

*belajar buat SPMB*

Tuesday, May 15, 2007

Buatkan Taman-Taman di Bandung!

Susah kalo cuma cinta ama seorang manusia mah euy. Ribed. Gw pengen cinta ama satu kota aja ah.



Banyak memori yang tersimpan dalam otak gw yang terbentuk di kota kelahiran gw ini. Anehnya, memori-memori itu seakan-akan hanya sebuah fantasi gw aja. Kayaknya memori-memori yg gw inget tentang kota ini udah beda jauh dengan kenyataan yang ada sekarang ini. Seinget gw, kota Bandung jaman dulu tuh: sejuk, bersih, hijau, berbunga (setidaknya di sekitar TK gw dulu), ga becek, ga macet di jalan setiabudi klo malam sabtu dan minggu cuma gara-gara orang-orang brengsek kelebihan duit dari Jakarta yang ga ada kerjaan karna maksa menghabiskan liburan weekend yang hanya dua hari jauh-jauh di villa mereka di Lembang, dan yang pasti jaman dulu Bandung bukanlah merupakan tong sampah raksasa seperti sekarang ini.

Ah biarlah. Biarlah sekarang ancur, ntar diperbaiki satu-satu. Kan ga bagus juga kalo kayak hutan terus, kalo hijau terus, kalau “lempeng” (lurus) terus. Kadang masalah bakal bikin sesuatu jadi lebih baik (asal masalahnya bisa terselesaikan…). Melbourne aja ga banyak hutan tapi udaranya bisa bersih banget, jauh lebih bersih kalo dibandingin dengan kota Bandung (di Bandung jerawat gw udah kayak kumpulan bakteri yang suka coli rame-rame: berkembang biak secara vegetatif in the speed of sound. Dan lagi setiap gw bersihin muka pake Oval Maskulin kotoran debu yang keangkat banyak banget, padahal di Melbourne sama sekali ga perlu pake pembersih muka juga muka udah bersih dari debu dan kotoran. Pokonya di Bandung muka gw yang emang udah ancur jadi nambah ga berbentuk deh). Adakah cara merubah muka gw supaya jadi berbentuk lagi? Kayaknya ga ada deh. Adakah cara merubah kota Bandung jadi seperti kota Melbourne? Ada lah..

Rahasianya mungkin simpel aja: di Melbourne terdapat banyak banget taman. Bukan taman sejenis TMII yang pembangunannya butuh dana triliyunan rupiah (tapi bagus juga sih kalo dibangun TMII di setiap kecamatan di kota Bandung), bukan pula Taman Lalu Lintas “Ade Irma” yang punya kereta-keretaan tua dan komedi putar yang malah bakalan bikin polusi; tapi taman-taman mungil, indah, simpel, yang beralaskan rumput. Rahasianya ternyata cuma TAMAN RUMPUT for god sake. Di Melbourne, setiap suburb (hampir sama dengan kecamatan lah) punya dua atau tiga taman rumput. Ukuran tiap taman beragam dari mulai berhektar-hektar sampai cuma segede lapangan footy (American football). Ga usah gede-gede banget. Kebanyakan dari taman-taman tersebut punya tempat buat mainan anak-anak (perosotan, etc) dan ada juga yang punya slope (lengkungan yang kaya hurup U) buat mainan sepeda, skate, atau sepatu roda. Mungkin itu salah satu bumbu rahasia kota Melbourne supaya udaranya tetep seger walaupun banyak terdapat mobil-mobil ga penting kayak Lamborghini dan RX8 (atau 9, atau 10, atau 11, meneketehe lah) yang melakukan kegiatan-kegiatan yang juga ga penting seperti ngebuat gambar donat di jalan raya yang bukannya menimbulkan bau donat hangat sedap melainkan bau busuk karet terbakar. Ah… Melbourne…Melbourne. Tapi intinya bukan tentang mobil balap itu. Intinya, Bandung ama Melbourne sama-sama bikin polusi tapi Melbourne berhasil mempertahankan kesegaran udaranya sehingga manUsiA-maNuSIA YaNG TINGGAL DI DALAMNYA GA PERLU PAKE OVAL ATAU O’REAL ATAU ORIFLAME ATAU WHATEVER CAMPURAN ZAT KIMIA LAINNYA YANG JUSTRU SEBETULNYA BAKAL BIKIN MUKA TAMBAH RUSAK!!! Hah.. hah...

So, buat temen-temen yang sedang belajar di teknik lingkungan maupun teknik sipil baik yang di ITB walaupun di universitas-universitas lainnya, gw mohon, gw mohon ke elo-elo nih sambil ngeluarin air mata karna kebetulan saat ini gw ngetik sambil nonton video orang korea yang gw dapet dari warnet (bukan, bukan film 1 Litre of Tears, lagian emangnya film ini dari korea gitu?), ini video orang korea yang disembeleh di Iraq tea. Kasian pas mau disembelehnya dia nangis2 minta dibebasin karna konon dia udah punya anak dan istri, sedangkan orang2 soleh di sekitarnya yang sedang bawa golok malah berteriak mengagung2kan nama si Dia sambil ngiris leher si orang korea tersebut. It was so damn horrible. Killing in the name of… whatever. You can’t kill anyone for any reason EXCEPT:

1. For your safety (terpaksa)
2. For Fun.

Yang nomer 2, well, if you do it then you must be a psychopath. Orang yang psikopat kan termasuk ke dalam kategori orang gila, yang ngga tau mana yang baik dan mana yang buruk. So I think it’s OK to kill for fun if you ARE a psychopath. Daripada orang sok suci yang ngebunuh dengan alesan goblok yang ga jelas dan sangat berperikemanusiapurbaan.


ANJRIT gw nyasar lagi temanya. Tadi kan gw sedang memohon. Gw ulangi lagi deh. Gw mohon pada teman-teman yang sekarang sedang belajar di teknik sipil dan teknik lingkungan, PLEASE, suatu hari nanti, kalau pejabat-pejabat senior tua yang sekarang sedang menjabat di kursi pemerintahan kota Bandung udah pada mati dan korupsi pun udah turut mati, kalau kalian udah pada jadi pejabat muda yang menggantikan pejabat-pejabat tua yang udah pada mati tersebut, PLEASE pikirkan (dan realisasikan tentunya) untuk ngebuat taman-taman rumput di setiap pelosok kota Bandung (dan kalo udah jadi taman-tamannya please diurus). Please! Satu taman perkecamatan aja udah cukup.

TAMAN-TAMAN RUMPUT KAYAK GITU ENAK TAU! Bisa dipake pacaran, baca buku sambil tidur-tiduran, tidur-tiduran sambil memandang langit, pacaran sambil tidur-tiduran, tidur beneran, bermalas-malasan, latihan jurus baru, latihan meningkatkan cakra, latihan tenaga dalam, metafisik, main sepeda, main skate, sepatu roda, BBQ, lari-lari, main bola, jalan-jalan, jogging, malakin orang lewat, dll. Selain buat kita, taman-taman tersebut juga menguntungkan buat alam. Bayangin aja berapa banyak oksigen yang bakal diproduksi oleh rumput2 kerdil itu setiap detiknya?

Oya pejabat-pejabat tua yang sekarang sedang menjabat itu katanya bakal berusaha ngebikin inovasi dengan PLTSA (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, gw ga tau A yang terakhir buat apa), kalo proyek ini terlaksana, bagus banget. Selain ngebersihin kota Bandung, memanfaatkan sampah yang dibuang-buang mubadzir, proyek ini juga bisa nyediain lahan yang tadinya (sekarang) numpuk dengan sampah untuk dibuat taman rumput nantinya. Pokonya ngebuat taman ini tunggu sampe mereka mati dulu deh, dan berdoa supaya budaya korupsi ikut mati bersama mereka, jadi nanti pas pembangunan taman-taman di kota bandung ga perlu khawatir uang proyeknya bakal dikorupsi orang atau bahkan ga perlu khawatir bakalan di korupsi diri sendiri. Untuk saat ini, sambil menunggu mereka mati, kerjain aja yang lain. Seperti kata seorang kyai kondang yang namanya ga mau gw sebutin di sini (gw yang ga mau nyebutin nama dia, bukan AaGym yang ngga mau namanya disebutin):

3M : Mulai dari hal kecil, Mulai dari diri sendiri, Mulai dari sekarang.

Jadi, mulai sekarang, kerjain aja yang gampang dulu, seperti ngerapihin icon-icon yang ada di desktop komputer di rumah, nge-defrag hardisk, nge-close halaman2 website lain selain blog gw ini, ngehapusin program-program yang ga penting, ngerapihin kamar, ngebuang barang-barang yang ga penting, dan mulai mentata ulang kamar supaya jadi lebih bagus (mentang2 baru ngerapihin kamar sendiri jadi gw berani ngomong gini). Setelah itu, khusus buat anak sipil dan lingkungan ITB, BENERIN TUH JALAN MOBIL DI DEPAN FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN. SARAP. Mau jadi walikota tapi jalan di depan rumah sendiri ancur lebur. Madesu;p

Sisi Negatif Dibangunnya Taman-Taman Rumput di Bandung

Daritadi gw ngomongin yang positif-positifnya aja. Gw sadar kalo pembangunan taman-taman rumput di Bandung tuh ada negatifnya juga. Taman-taman ini juga bisa dipake buat melakukan kegiatan-kegiatan berikut:

1. Kumpul kebo (kebo asli ini mah karna ngumpulnya di rumput)

2. Tempat Malakin orang lewat

3. Tempat ngumpulnya orang-orang stress

4. Tempat mabok

5. Tempat beribadah (nantinya ngeganggu kelancaran orang lain yang sedang bermain)

6. Tempat pembunuhan terencana (apalagi yang tamannya punya tempat mainan anak-anak seperti selorokan/perosotan, ayunan, cungkelik-cungkedang, tempat mainan pasir, dan lain-lain; yang apabila digunakan oleh tangan yang benar dapat menjadi alat pembunuh yang penuh seni)

7. Tempat pipis sembarangan

8. ‘ee sembarangan

9. Motong rumput sembarangan yang kemudian akan dijual (ini Indonesia bung, ingat!)

10.Ngebuat rumah-rumah gubuk (“gubuk liar”) di atas taman-taman tersebut yang kemudian dijadikan tempat tinggal permanen.

Hal-hal negatif di atas dapat diminimalisir asal pemerintah dan masyarakan sekitar mau berusaha. Contohnya, buat masalah yang nomer 1, gampang aja nyelesainnya. Asalkan pemerintah bisa membubarkan grup2 ga penting seperti FPI yang suka ngancur2in tempat2 yang sering dipakai maksiat, dan juga dapat menghilangkan budaya seret, gebukin, bakar yang biasa dilakukan masyarakat2 Indonesia apabila menemukan pasangan2 yang sedang ML di kamar kost, tentu para pelaku maksiat itu ga perlu maksain diri buat kumpul kebo di taman beralaskan rumput.

Note: Bukan berarti gw pendukung maksiat yah. Gw anti maksiat, kecuali maksiat mata. Gw kan cuma sedang nyari upaya biar taman2 rumput nanti ga dipake buat kumpul kebo. Lagipula, DEMI ALLAH, menurut gw orang2 tukang ML diluar nikah itu masih sedikit lebih cool daripada orang yang bawa2 agama untuk alasan poligami.

Untuk masalah nomer 2, 3, dan 4, sebenernya sama-sama aja. Asal pemerintah bisa meningkatkan kesejahteraan penduduk Bandung, hal tersebut ga perlu dikhawatirkan. Orang mabok kan cuma sekedar orang stress + minuman beralkohol di tangannya. Yang ngebuat mabok kan bukan birnya (emangnya klo orang minum bir di tempat umum paling banyak abis berapa botol bir sih? 1? 2?) Dengan konsentrasi rata-rata 4,8% alcohol v/v, dan botol seukuran 600mL (CMIIW), cuma aktor2 film yang sedang akting mabok dan terlalu menghayati perannya yang bisa mabok. Manusia normal mah minum alkohol cuma sebanyak gitu masih bisa nyelesain soal UTS kalkulus kaliii.. (asal udah belajar + pinter). Gw inget waktu gw masih di TKA, ketika kita sedang belajar ngaji, ada orang yang sedang minum dari sebotol Bir Bintang di bawah pohon sebelah TKA gw. Guru gw langsung lari ke ruang guru dan nyuruh kita ngunci pintu dari dalem. Dia nelpon polisi. Beberapa menit kemudian, polisi dateng nangkep orang itu. Semuanya cuma karena ada sebotol bir di tangan orang itu, yang sebenernya ngga akan punya kekuatan buat ngontrol pikiran dia. Dasar guru gw aja paranoid. It’s the stress, not a bottle of beer that makes somebody drunk. (note: Gw lagi ngomongin sebotol bir, bukan segalon atau seember bir yah, dan yang lagi gw omongin tuh bir, yang kandungan alkoholnya relatif rendah, bukan spirit kayak Gin atau Vodka murni yang klo diminum dalam jumlah yang sama emang bisa ngebikin seseorang gagal dalam mengerjakan soal SPMB).

Untuk masalah nomer 5, 7, dan 9 mah gampang banget. Buat aja mushola dan WC di setiap taman. As simple as that. Jangan lupa pemerintah kota Bandung harus memperkerjakan pembersih wc tiap harinya supaya ga jadi kayak wc-wc yang biasa ada di sekolahan.

Untuk nomer 6, itu mah gw aja yang keseringan nonton film horror.

Nomer 9 dan 10, lagi-lagi kesejahteraan rakyat yang perlu diperhatikan. Untuk detailnya gw belum bisa mikirin. Mungkin bisa ditanyakan pada mahasiswa-mahasiswa yang kuliah di bidang Pemajuan Kesejahteraan Rakyat Miskin di Indonesia (kalau ada jurusan kayak gitu itu juga).

“Gw ga tau ntar perang dunia ke-3 bakalan kayak apa, tapi yang gw yakin, perang dunia ke-4 senjatanya bakalan cuma pake ranting pohon dan batu” – Ilmuwan gondrong pencetus bom nuklir yang ga pernah keramas.

Hwalah… panjang. Cape de. Semoga tulisan gw ini dibaca salah satu mahasiswa teknik sipil atau lingkungan yang bener-bener Maha Siswa (bukan mahasiswa yang kuliah cuma buat nyari gelar dan tiket buat nyari pekerjaan doang). Kalo emang mimpi buat taman ini susah terlaksana mah, yaaaa udah lah ga usah dibuat. Biar aja Bandung dibiarin kayak gini, sampai nanti kalau meletus perang dunia ketiga, kan insya Allah dunia bakalan ancur-ancuran tuh, ntar kalau kondisi bumi pada umumnya dan kota Bandung pada khususnya kembali menjadi seperti zaman prehistorik, kita bisa nyusun kota Bandung dari awal lagi, betul?

Thursday, May 3, 2007

IRWTRUHHFBINSHTDI

I Really Want To Remind You How Happiness Feels But Im Not Sure Know How To Do It.


Hey dream girl, where are you?
It's 11 and I've been waiting for you since 10.
I know I'm too early and I don't know why do I do this.
But hey, where are you?
It's five past eleven.
Should I call you?
I call you then.
Aha.. you say you almost here.
Im panic.
Oh why!
I've been waiting for you so what's this cold sweat!?
I don't know what I'm gonna do.
So I'm just looking at some book.
My eyes are reading them, but my mind isn't.
There you are, there you are.
I don't really believe I'm meeting you.
I wanna scream in felicity.
But the rules in the bookshop prevent me.
I shake your hand.
I don't wanna let it go, but I'm too internally nervous too hold your hand any longer.
Hey, let's go somewhere.
Look at those children! they can sing and play guitar and bass and drum!
I wish you would sing for me again someday.
Uh, what? eat?
Im full.. but I'm having one anyway.
wtf is this? curly fries? damn. how did they make these anyway?.
what? this beer doesn't taste like a beer, it's much better though.
Luv, I want to see you
lol. stop!! why won't your eyes stop moving away
I just want to see you
right, let's watch some movie
KALA
the main character has some fucked up sleeping disease
necrolyptic or whatever it is.
sleeping disease, damn right.
are you sleepy hun?
hey, do you realize we are the only one in row E?
I want to hold your hand
I want to hold your hand
I really want to hold your hand
But I'm not sure what would you say if I say that
So I better shut up.
Hey let's go to my old school.
It's big isn't it?
and it's so shady.
you love slim shady don't you?
unfortunately my school is big fat shady.
but I love this place anyway,
and I love the person beside me.
I love you.
and I wish I could hold your hand.

Bukan tentang Sigur Ros

GLEK.. bulan april kemaren gw ga nulis satu postingan pun! Di postingan terakhir kan gw bilang kalo blog ini bakalan pake sistem sambung-menyambung. Maksud gw yang sambung menyambung tuh temanya, tapi ternyata malesnya juga dari dulu sampai sekarang masih nyambung terus.. Arrgghhh malesbanget.com.

Jadi di akhir postingan kemarin gw nulis kata "minimalis", seharusnya postingan INI bakal ngejelasin tentang sesuatu yang ada hubungannya dengan minimalis, seperti gaya rumah minimalis (tapi ini ga mungkin karena gw bukan dealer rumah), potongan rambut yang minimalis (tapi ini udah pernah), atau grup band yang beraliran musik minimalis baik band lokalan kayak Minoru maupun band minimalis aneh asal Islandia yang bernama Sigur Ros. Tapi gw ga bisa. Gw sedang ga bisa ngebahas hal-hal yang berbau minimalis. GA BISA. Hati gw sedang maksimalis (whatever it's supposed to mean). I'm in LOVE.

Tapi biarpun begitu, supaya ga melenceng-melenceng banget dari tema minimalis, gw bakal ngebahas sedikit tentang Sigur Ros dulu deh. Nama "Sigur Ros" kalau diterjemahin ke bahasa Inggris artinya "Victory Rose", yang kalau diterjemahin ke bahasa indonesia berarti "Mawar Kemenangan". Kalau gw ga salah, kata "kemenangan" sendiri kalau diterjemahin ke bahasa Arab jadinya "Fauzi". Gw heran kenapa ortu gw dulu ngasi nama gw yang berasal dari bahasa arab. Keren sih.. FAUZI.. iya keren. Tapi gw ga suka fakta bahwa nama gw berbau-bau arab. Najis mutawasitoh, atau mungkin mugoladoh? ntar deh gw cari di kitab shahih, siapa tau di situ ada riwayat yang ngejelasin kalau nama orang yang berbau arab tuh jenisnya najis apa.

Masih tentang Sigur Ros. Aliran musik mereka unik, enak, ga bikin enek, dan yang pasti musiknya ga pake skala yang biasa dipake di lagu-lagu arab. Ok, cukup ngomongin Arabnya. Sigur Ros udah ngeluarin beberapa album, yang semuanya aneh. Musiknya ga cocok buat didengerin ketika pesta atau shopping. Musik mereka lebih enak buat didenger pas candle light dinner, mau tidur, belajar, baca buku, olahraga soliter yang membutuhkan ketahanan tubuh, nulis blog, atau ML (yang terakhir gw belum pernah coba, tapi kayanya bakal cocok banget). Trus, yang bikin musik mereka ga ngeganggu konsentrasi pas lagi belajar adalah, lirik mereka bukan pake bahasa manusia. Jadi kalo dengerin lagunya Sigur Ros sambil belajar kamu gak akan ngedenger lirik seperti "biarkan waktu..hapus..hapus...aku.." atau lirik sejenisnya yang bisa ngeganggu konsentrasi belajar. Mereka orang Islandia, dan bahasa Islandia aja udah lieur, tapi lirik mereka bukan pake bahasa Islandia, melainkan sebuah bahasa yang lebih ribed dari bahasa Islandia yang mereka ciptain sendiri. Para fans menyebutnya bahasa Hopelandic. Mungkin hal ini dikarenakan oleh musik mereka yang ngebikin semangat orang yang ngedengernya, walaupun liriknya ga bisa dimengerti.

Musik mereka emang slow, tapi ga mellow, dan arti dari liriknya tuh Open-Ended. Meaning? Meaning, arti dari liriknya tuh terserah pendengar mau ngartiinya kayak gimana. Pada booklet yang ada di dalam salah satu album mereka yang berjudul ( ) [iya, judul albumnya cuma kurung buka kurung tutup]--yang seharusnya diisi lirik--terdapat kekosongan. Putih. Di belakangnya ada tulisan yang artinya kira-kira: "Silahkan tulis sendiri liriknya". An Open Ended album. Great.

Lagu favorit: Vaka, Njósnavélin (The Nothing Song), Hoppipolla, Popplagið, dan masih banyak lagi.
Album Favorit: ( ), Agaetis Byrjun
Album Paling Jelek: Von Brigði / Recycle Bin / Tempat Sampah.

note: album Von Brigði yang artinya Tempat Sampah bukan dibuat oleh Sigur Ros. Lagu-lagunya sih milik Sigur Ros, tapi di cover alias dimainkan oleh kumpulan band-band aneh yang sealiran dengan Sigur Ros (contoh: Mum, Plastimic, Gus Gus, ah pokonya aneh2). Jadi bukan Sigur Ros langsung yang mainin lagunya. Gw ga suka album ini karena musiknya terlalu elektronik. Ga seindah musiknya Sigur Ros. Jeleknya absolut pokonya.

Udah ah cukup pembahasan tentang Sigur Rosnya. Seperti tadi gw bilang, gw lagi ga mood ngomongin tentang hal-hal yang berbau minimalis. Gw lagi maksimalisssss, whatever it meannsss. Gw baru aja jadi penjahat dan pengkhianat. Eh, sebenernya bukan gw yang jahat sih, tapi Amygdala gw yang ga mau kompromi dengan si Cerebellum. Si cerebellum di kepala gw sebenernya dari dulu sibuk mikirin logika dalam cinta, sampai gw pernah nulis postingan superlogis tentang bodohnya pacaran anak muda yang dulu pernah gw post di boleh.com. Tapi dasar amygdala gw ini warisan dari nenek moyang gw si Homo Sapiens pertama di muka bumi, bagian otak ini bisanya cuma bikin hidup gw lebih hidup, tanpa mau mikirin 0-1-1-0-0-1-1-1-0-0 nya kehidupan. Dan sepertinya gw juga udah agak muak jadi robot superidealis sok bener yang bergantung banget ama cerebellum dan hidup dalam dunia grayscale. Gw pengen beli crayon 32 milyar warna supaya gw bisa ngewarnain dunia gw yang dulunya ngebetein abis. Gw ga akan sih ngilangin warna abu-abu dalam hidup gw, gw juga ga akan ngilangin warna hitam dan putih. Warna-warna grayscale bisa jadi fun banget kalo digunakan dengan penuh kesadaran. Tapi selain itu gw juga pengen nyoba warna-warna lain yang bisa bikin hidup gw lebih hidup. Seperti kata kakak Funrecord yang sering mangkal di boleh.com: Life for Fun. Yeah.. life is supposed to be for fun, i guess. Selama kesenangan itu ga sampai ke tahap ketololan, ntar jadinya kayak Kurt Kobain yang kehabisan ide buat senang-senang.

Bagaimana dengan kehidupan akhiran? itu hal lain, ga cocok buat di tulis di sini. Gw ga pengen ngomongin yang aneh2 dulu. I'm in love.